Batam (ANTARA) - PT PLN Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengatakan penyelidikan untuk mengungkap penyebab gangguan kelistrikan di Gardu Induk Sei Harapan yang menyebabkan pemadaman di Batam dan Bintan pada Senin (12/10) masih berlangsung bersama pihak kepolisian.
Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi bersama pihak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri serta Kepolisian Daerah (Polda) Kepri untuk mendalami sejumlah temuan di lokasi gangguan.
“Kami juga sudah membuka rekaman CCTV Gardu Induk Sei Harapan sejak Sabtu (17/10) dan kami juga berkoordinasi dengan pihak Bareskrim Polri dan Polda Kepri agar dapat melakukan penyelidikan,” kata Kwin Fo di Batam, Minggu.
Ia menjelaskan, PLN Batam sebelumnya menyampaikan dugaan adanya hewan liar yang masuk ke area peralatan gardu induk.
Dugaan tersebut tercantum dalam keterangan resmi yang dirilis pada Selasa (13/10). Namun, Kwin menegaskan keberadaan hewan liar belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan.
Menurut dia, tidak ditemukan hewan liar di lokasi saat petugas PLN Batam tiba pada pukul 7.00 WIB.
“Jadi saat petugas PLN Batam tiba di lokasi jam 7 pagi, setelah kejadian percikan api di Gardu Induk Sei Harapan, tidak ditemukan hewan liar disana. Namun, hewan liar tersebut baru terlihat sekitar pukul 10.30 WIB. Tim PLN melihat seekor hewan liar di bawah trafo dalam kondisi terduduk, mengalami luka bakar, dan terlihat lemah,” katanya.
Kwin juga menjelaskan bahwa area gardu induk dilengkapi pagar dengan pipa-pipa putih yang dipasangi kawat beraliran listrik untuk mencegah masuknya hewan liar.
“Biasanya pagar tersebut dalam keadaan dialiri listrik, namun pada saat percikan terjadi, kawat tersebut mati,” katanya.
Selain itu, PLN Batam menemukan perubahan posisi kamera CCTV yang semestinya mengarah ke trafo yang mengalami gangguan.
“Berdasarkan rekaman, kamera tersebut telah bergeser pada Minggu (11/10), sekitar pukul 18.43 WIB, sehari sebelum gangguan terjadi. Sehingga trafo yang mengalami percikan tidak lagi terlihat jelas dalam rekaman CCTV,” kata dia.
Kwin mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan alasan perubahan posisi kamera tersebut.
Ia menyebut pergeseran itu diduga dilakukan oleh seseorang yang memiliki akses atau berkaitan dengan pengoperasian peralatan, tetapi penyebab dan pihak yang bertanggung jawab masih perlu didalami.
“Kami dari PLN Batam tidak berani berspekulasi bahwa hewan liar yang menyebabkan percikan api itu. Benar atau tidaknya masih harus dibuktikan. Itu merupakan dugaan awal dari pihak PLN Batam,” katanya.
PLN Batam akan mengikuti proses penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan kepolisian untuk memastikan penyebab gangguan kelistrikan.
“Kami mohon agar masyarakat dapat bersabar untuk mendengar temuan dari Tim Bareskrim Polri dan Polda Kepri. Karena pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah temuan, termasuk rekaman CCTV dan kondisi peralatan di lokasi,” katanya.
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026