upaya menghadirkan akses air bersih dan sanitasi yang layak tidak hanya tentang menyediakan fasilitas tetapi juga menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diteladani oleh para santri
Jakarta (ANTARA) - Danone Indonesia memperkuat akses sanitasi dan air bersih di pesantren melalui kolaborasi lintas sektor sebagai upaya menjawab keterbatasan fasilitas yang masih dihadapi banyak santri.
Public Affairs & Sustainability Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran dan pembentukan karakter yang memberikan pengaruh besar bagi masyarakat.
"Karena itu, upaya menghadirkan akses air bersih dan sanitasi yang layak tidak hanya tentang menyediakan fasilitas tetapi juga menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diteladani oleh para santri serta diteruskan kepada keluarga dan komunitas di sekitarnya," kata Karyanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Karena itu, Danone Indonesia menggandeng sejumlah mitra menggelar Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur bertajuk "Mengalirkan Kebaikan: Akses Air Bersih dan Sanitasi untuk Santri Indonesia" di Pesantren Ngalah, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyongsong Hari Santri 2026 ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pesantren, pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan dan masyarakat untuk mendorong peningkatan akses air bersih, sanitasi layak, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren.
Menurut dia, akses terhadap air bersih dan sanitasi masih, menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), akses sanitasi layak secara nasional pada 2024 mencapai 83,60 persen.
"Yang berarti masih terdapat sekitar 45,4 juta masyarakat yang belum memiliki akses sanitasi layak," ucapnya.
Hampir 25 juta penduduk juga disebut belum menggunakan toilet, sementara baru sekitar 7 persen air limbah domestik yang diolah secara aman.
Tantangan tersebut juga dirasakan di lingkungan pesantren. Indonesia memiliki lebih dari 34.000 pondok pesantren dengan jutaan santri yang tinggal dalam sistem asrama.
Data dari survei yang dilakukan oleh Serikat Ekonomi Pesantren pada tahun 2024 terhadap 210 pondok pesantren di wilayah Jawa Barat.
DI Yogyakarta dan Jawa Timur menunjukkan baru sekitar 54 persen pesantren memiliki akses air bersih layak. sementara hanya 38 persen yang memiliki fasilitas sanitasi memadai.
Kondisi hunian yang padat, penggunaan fasilitas secara bersama, serta perlunya penguatan edukasi PHBS membuat akses air bersih dan sanitasi menjadi bagian penting dalam mendukung lingkungan belajar yang sehat dan produktif bagi santri.
"Melalui kolaborasi ini kami berharap semakin banyak pesantren yang dapat membangun lingkungan yang sehat sekaligus menjadi agen perubahan yang menginspirasi dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas," ucapnya.
Sebagai bagian dari komitmen Danone Indonesia melalui Danone Impact Journey, program Air Bersih dan Sanitasi telah memberikan manfaat kepada lebih dari 500.000 jiwa di berbagai wilayah Indonesia.
Program tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tercapi juga mencakup edukasi PHBS, pengelolaan lingkungan, serta penguatan tata kelola berbasis komunitas termasuk pesantren di dalamnya.
Dalam pelaksanaannya, Danone Indonesia berkolaborasi dengan sejumlah mitra strategis, seperti Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) sebagai jaringan pemberdayaan pesantren dan Water.org yang menghadirkan inovasi skema pembiayaan melalui program Water Credit.
"Skema tersebut ditujukan untuk membuka akses pembiayaan yang terjangkau bagi pesantren dalam membangun sarana air bersih dan sanitasi secara mandiri dan berkelanjutan," tuturnya.
Executive Director for Southeast Asia Water.Org Yuniar Restanto mengatakan ketika sebuah pesantren memiliki akses air bersih dan sanitasi yang memadai, manfaatnya tidak hanya dirasakan para santri, tetapi juga keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
"Melalui Water Credit, kami ingin membuka jalan bagi pesantren untuk mengakses pembiayaan yang membantu mewujudkan fasilitas air dan sanitasi yang aman, layak, dan berkelanjutan," katanya.
Menurutnya investasi pada air dan sanitasi adalah investasi bagi masa dean generasi yang lebih sehat dan produktif.
Adapun festival yang dihadiri sekitar 3.500 peserta itu melibatkan santri Pesantren Ngalah, perwakilan pesantren di sekitar Kabupaten Pasuruan, pemerintah daerah, LSM, komunitas lokal, serta lembaga keuangan.
Ketua Dewan Pesantren Pasuruan KH Tantowie Abdullah Siradj menyampaikan pihaknya menyambut baik penyelenggaraan Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi itu sebagai wujud nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas hidup santri dan lingkungan pesantren.
Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menekankan pesantren menjadi salah satu perhatian utama pemerintah setempat.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mengembangkan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas kehidupan santri.
"Kami berharap langkah ini dapat menciptakan santri-santri yang tangguh, santri yang hebat, yang kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan," kata Wakil Bupati.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026