Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) memberikan bantuan telepon genggam pintar (smartphone) bagi 30 anak penyandang disabilitas netra di empat wilayah yaitu Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Maluku Utara.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan bantuan bertajuk "Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara" itu menjadi pintu bagi anak penyandang disabilitas netra menuju dunia pengetahuan yang lebih luas dengan membantu mereka mengakses materi pelajaran, mengenali informasi, dan belajar dengan cara yang lebih mandiri.
Pada Jumat (9/10), sebanyak 10 siswa penyandang disabilitas netra di SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 2 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menerima bantuan telepon genggam pintar yang dilengkapi aplikasi pendukung aksesibilitas untuk menunjang kegiatan belajar mereka.
Kemudian, dua penerima manfaat, Rendi dan Nindi, terlibat dalam seremoni penyerahan bantuan dari Pertamina dalam rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, Sabtu (10/10/2026).
Penyerahan bantuan juga disertai edukasi penggunaan telepon genggam pintar dan aplikasi pendukung agar perangkat dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pengguna.
Melalui fitur pembaca layar TalkBack dan teknologi text-to-speech berbahasa Indonesia, smartphone yang diberikan dirancang untuk membantu siswa mengakses informasi digital melalui suara.
Teknologi ini dapat mendukung aktivitas belajar, mulai dari membaca materi digital hingga menjelajahi aplikasi penunjang pendidikan.
"Kami ingin memastikan bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi setiap anak. Bagi anak-anak penyandang disabilitas netra, akses terhadap teknologi yang sesuai kebutuhan dapat membantu membuka lebih banyak pintu menuju pengetahuan dan kemandirian," ujar dia.
Melalui Digital Netra Setara, Pertamina berupaya menghadirkan dukungan yang tidak berhenti pada pemberian perangkat, tetapi juga mencakup pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam proses belajar sehari-hari.
Para siswa juga memperoleh dukungan pelatihan, sementara guru dan mentor pendamping dibekali pemahaman mengenai penggunaan teknologi pendukung pembelajaran bagi siswa penyandang disabilitas netra.
Materi pelatihan mencakup navigasi dasar menggunakan TalkBack, komunikasi dan pengetikan, pemanfaatan aplikasi pendidikan dan Learning Management System (LMS), hingga keamanan digital.
Pendampingan direncanakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan untuk membantu siswa membangun keterampilan digital secara bertahap.
Dengan pendekatan tersebut, bantuan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan, yang bukan hanya membuat perangkat tersedia, tetapi juga membantu siswa memahami cara menggunakannya untuk belajar dan beraktivitas secara lebih mandiri.
"Saya senang mendapatkan bantuan smartphone ini. Semoga smartphone ini bisa membantu saya belajar, membaca materi pelajaran, dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Saya ingin terus belajar dan meraih cita-cita saya," ujar Izron Harsan Sahilin, penerima bantuan.
Di Lombok Tengah, bantuan diberikan kepada enam siswa SLBN 1 Lombok Tengah dan empat siswa SLBN 2 Lombok Tengah.
Agus menambahkan melalui Digital Netra Setara, Pertamina dan Pertamina Foundation berharap semakin banyak anak penyandang disabilitas netra dapat mengakses pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan melangkah menuju cita-cita dengan lebih percaya diri.
"Masa depan yang inklusif dimulai ketika setiap anak tidak hanya diberi kesempatan untuk belajar, tetapi juga didukung untuk tumbuh dan menentukan masa depannya sendiri," kata Agus.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026