Nabire (ANTARA) - Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, memprioritaskan keselamatan penerbangan dengan memantau ketat kondisi jarak pandang akibat kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPBU Douw Aturure Nabire Alrido Simanjutak di Nabire, Rabu, mengatakan jarak pandang di bandara dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan akibat kabut asap, sehingga kondisi penerbangan harus disesuaikan dengan perkembangan cuaca.
“Pagi hari jarak pandang bisa hanya 700 meter, sementara kondisi normal sekitar lima kilometer,” katanya.
Ia menjelaskan, kabut asap mulai mengganggu jarak pandang sejak Sabtu (3/10) dan kondisinya semakin buruk hingga saat ini terutama pada pagi hari.
Menurutnya, jarak pandang biasanya mulai membaik menjelang siang sekitar pukul 14.00–15.00 WIT dimana jarak pandang mencapai 1,3 kilometer hingga 3 kilometer.
Namun, kondisi tersebut dapat kembali memburuk pada sore hari sehingga pemantauan jarak pandang dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Ia mengatakan, pihaknya telah menutup sementara semua penerbangan intra Nabire demi keselamatan penumpang.
Namun, untuk penerbangan dari kota lain yang menggunakan pesawat lebih besar seperti Boeing maupun ATR, pihak bandara menyerahkan sepenuhnya keputusan untuk mendarat kepada maskapai.
Pihak maskapai memiliki standar keselamatan dan batas jarak pandang yang berbeda dalam menentukan apakah penerbangan dapat dilakukan.
Pada Selasa (6/10), sejumlah maskapai telah membatalkan penerbangan menuju Nabire karena jarak pandang maksimal hanya sekitar 3 kilometer.
Penerbangan Wings Air dari Timika dan Manokwari serta Batik Air dari Ambon termasuk yang dibatalkan akibat kondisi tersebut.
Sementara itu, Sriwijaya Air masih dapat mendarat di Nabire meskipun mengalami keterlambatan karena prosedur operasional dan standar masing-masing maskapai berbeda.
“Pihak Sriwijaya Air masih bisa mentolelir jarak pandang 3 kilometer, berbeda dengan pihak Lion grup,” katanya.
UPBU Douw Aturure bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan jarak pandang sebagai dasar pertimbangan operasional penerbangan di Bandara Nabire.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026