Festival Literaia 2026 menjadi wadah kolaborasi bagi penulis, penerbit, komunitas literasi, serta masyarakat untuk memperkuat ekosistem literasi nasional.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membuka Festival Literaia 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, yang berlangsung selama tiga hari pada 11, 13, dan 14 Oktober 2026.
Festival literasi nasional itu diselenggarakan untuk memperingati Bulan Membaca dan Hari Literasi Nasional, sekaligus mendorong penguatan budaya membaca dan ekosistem literasi di Indonesia melalui berbagai program, mulai dari bincang literasi, lokakarya, hingga pameran.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Minggu, mengatakan Festival Literaia 2026 menjadi wadah kolaborasi bagi penulis, penerbit, komunitas literasi, serta masyarakat untuk memperkuat ekosistem literasi nasional.
"Kami juga melihat bahwa dari setiap tulisan tidak boleh hanya berhenti sampai ke karya tulis, tetapi dengan peluang yang ada hari ini bagaimana menghilirisasi sebuah tulisan apakah itu menjadi sebuah film, menjadi komik digital, ataupun karya kreatif lainnya itu sangat memungkinkan. Nah di sinilah dalam kegiatan hari ini wadah ini kita coba," kata Teuku Riefky dalam pembukaan Festival Literaia 2026 itu pula.
Melalui festival tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya mempertemukan berbagai pelaku industri dalam ekosistem penerbitan dan literasi agar bisa menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan karya literatur.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi mengatakan Festival Literaia 2026 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong subsektor penerbitan dan literatur, agar tak hanya menjadi ruang penciptaan karya, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif lewat hilirisasi kekayaan intelektual.
Festival Literaia tahun ini tidak hanya menghadirkan pameran buku, tetapi juga ruang temu bisnis, pameran kekayaan intelektual lokal, diskusi panel, serta pembekalan teknik pitching dan pemahaman kontrak bagi penulis maupun pelaku alih wahana.
Festival Literaia 2026 berkolaborasi dengan komunitas Negeri Elok untuk memperkaya program dengan mengangkat narasi dan kekayaan budaya Nusantara.
Melalui kolaborasi dengan Negeri Elok, festival ini turut memfasilitasi pengumpulan dan donasi karya tulis terbaik anak bangsa untuk menambah koleksi perpustakaan di Museum Nasional.
"Melalui kolaborasi ini, kemasan festival menjadi lebih inklusif, relevan, dan memiliki daya tarik lintas generasi," ujar Cecep.
Cecep menambahkan festival tahun ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pelaku ekosistem swasta.
Penyelenggara juga melakukan penyesuaian durasi dan program agar kegiatan berlangsung lebih padat.
Ia berharap Festival Literaia pada tahun mendatang bisa menghadirkan program yang lebih beragam untuk menjawab kebutuhan subsektor penerbitan.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026