presisi perakitan dan keandalan material menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas dan konsistensi produksi
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan global Henkel melalui merek Loctite berkomitmen menghadirkan rangkaian teknologi perakitan untuk mendukung kebutuhan industri manufaktur alat medis di tanah air.
Country Business Head Indonesia untuk divisi General Manufacturing and Maintenance Henkel, Jimmy Purnama menyatakan pertumbuhan industri alat medis di Indonesia mendorong kebutuhan terhadap proses manufaktur yang semakin efisien, sekaligus memenuhi standar keselamatan dan biokompatibilitas.
"Dalam proses tersebut, presisi perakitan dan keandalan material menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas dan konsistensi produksi," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, lanjutnya, industri alat kesehatan tumbuh sekitar 12 persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini, tambahnya, turut memperkuat produksi dan distribusi alat medis di dalam negeri, sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap proses manufaktur yang mampu memenuhi standar kualitas dan keselamatan.
Seiring perkembangan industri alat medis, Jimmy menyebutkan, perusahaan menghadirkan solusi perakitan yang mengedepankan standar biokompatibilitas ISO 10993, efisiensi operasional, dan prinsip keberlanjutan.
Menurut dia, teknologi Loctite dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan perakitan alat medis, mulai dari produk sekali pakai seperti jarum, kateter, dan kantong cairan hingga perangkatalat medis yang dapat dipakai kembali, seperti endoskop dan instrumen bedah.
Penerapannya juga mencakup peralatan perawatan pasien, antara lain mesin CPAP, ventilator, dan pompa infus, serta peralatan rumah sakit seperti kursi roda, tempat tidur, dan perangkat medis seperti X-Ray, MRI, PET, dan ultrasonografi (USG).
Dari sisi keberlanjutan, Jimmy mengatakan efisiensi manufaktur tidak hanya berkaitan dengan kecepatan produksi, tetapi juga dengan upaya mengurangi limbah dan menerapkan prinsip sirkularitas.
"Dengan meminimalkan limbah, mengurangi pengerjaan ulang (rework), dan memperpanjang masa pakai perangkat alat medis, sehingga turut membantu menekan konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi proses produksi secara keseluruhan," ujarnya.
Seiring meningkatnya tuntutan terhadap presisi alat medis, kekuatan sambungan yang mampu bertahan dalam berbagai metode sterilisasi juga menjadi faktor penting.
Metode tersebut antara lain E-Beam, autoklaf, Ethylene Oxide (ETO), dan hidrogen peroksida. Karena itu, teknologi perakitan perlu dipertimbangkan sejak tahap awal perancangan perangkat alat medis untuk memastikan keandalan produk hingga tahap akhir penggunaannya.
Terkait hal itu, Jimmy menambahkan pihaknya turut berpartisipasi dalam Indonesia Int’l Hospital Expo 2026 yang digelar 7 – 10 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.
"Partisipasi kami dalam pameran ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri alat medis melalui teknologi berstandar global yang mendukung proses produksi yang aman, presisi, dan efisien," katanya.
Upaya tersebut, lanjutnya, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendorong dampak berkelanjutan melalui operasi yang lebih rendah emisi, efisiensi sumber daya, dan penerapan prinsip sirkularitas melalui inovasi teknologi.
Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026