Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terus berupaya mengembangkan wisata kuliner bertema "Jaman Sayki" untuk menghidupkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang berada di pusat kawasan UMKM Jalan Raya Madukaran, Kedungwuni Barat.
Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman di Pekalongan, Jumat mengatakan bahwa keberadaan sentra kuliner tersebut memiliki potensi untuk menjadi tempat berkumpul masyarakat terutama kalangan anak muda yang ingin menikmati aneka jajanan dengan harga terjangkau.
"Kami mengajak masyarakat datang dan menikmati beragam pilihan makanan di kawasan tersebut. Berbagai pilihan makanan tersedia mulai dari kuliner tradisional seperti sate kikil, kluban bothok, dan pindang tetel hingga sajian modern berupa kopi, dimsum, dan cake," katanya.
Menurut dia, keberadaan pusat usaha mikro, kecil, dan menengah tidak cukup hanya mengandalkan aktivitas perdagangan pada akhir pekan.
Pemerintah daerah, kata dia, berencana memperbanyak agenda agar kawasan tersebut memiliki daya tarik pada hari-hari lainnya seperti penyelenggaraan bursa mobil bekas setiap hari Rabu untuk melengkapi aktivitas kuliner yang selama ini ramai pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.
"Ada terobosan pameran mobil-mobil second, mobil-mobil yang masih layak jual. Ini tentu saja akan semakin menambah kesemarakan di kawasan UMKM itu pada hari Rabu," ujarnya.
Selain mengembangkan sektor kuliner dan perdagangan, menurut dia, pemerintah daerah juga berencana mengoptimalkan sirkuit balap motor di kawasan tersebut melalui penyelenggaraan beragam acara.
Kerja sama dengan promotor, kata dia, tengah diupayakan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal dan mendatangkan lebih banyak pengunjung.
"Kita akan aktivasi sirkuit yang sudah kita bangun sehingga harus ada banyak kegiatan di sirkuit tersebut. Kita sedang melangkah untuk bekerja sama dengan para promotor agar kemudian bisa mengelola dengan baik sirkuit kita dan banyak event di sini," katanya.
Sukirman mengatakan pengembangan pusat kawasan UMKM ini perlu dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan keterlibatan para pelaku usaha.
Perbaikan akses jalan, penyediaan tempat parkir, serta pembenahan fasilitas mandi, cuci, kakus, kata dia, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan pengunjung.
"Kepada para pelaku usaha UMKM bilamana mempunyai gagasan-gagasan ide untuk sama-sama kita memasarkan produk-produk silakan disampaikan," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026