Kalau secara aturan kendaraan (tambang dan perkebunan besa) itu harus membangun jalan sendiri, tapi kenyataannya masih melalui jalan yang ada sehingga menjadi kendala, apalagi tonasenya tidak bisa dikontrol
Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyoroti kendaraan angkutan batu bara, TBS sawit, minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan angkutan lain yang membawa muatan berlebih (ODOL) sebagai salah satu kendala dalam penanganan kerusakan jalan nasional di daerah itu.
"Kalau secara aturan kendaraan (tambang dan perkebunan besa) itu harus membangun jalan sendiri, tapi kenyataannya masih melalui jalan yang ada sehingga menjadi kendala, apalagi tonasenya tidak bisa dikontrol," kata Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso di Bengkulu, Rabu.
Tejo menjelaskan, jalan nasional di Bengkulu yang menjadi perhatian tersebut hanya memiliki batas tonase sekitar 12 ton, sedangkan kendaraan yang melintas dapat mencapai 25–26 ton. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan yang telah diperbaiki kembali terjadi.
Menurut dia penanganan kerusakan jalan tidak cukup hanya melalui perbaikan fisik apabila kendaraan yang melintas tetap membawa muatan melebihi kemampuan jalan.
Tejo mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum bersama pemerintah provinsi telah beberapa kali melakukan rapat dan razia terkait kondisi jalan. Namun, pengendalian kendaraan dengan muatan berlebih masih menjadi tantangan dalam menjaga kondisi infrastruktur jalan.
PUPR Bengkulu mengimbau masyarakat ikut berpartisipasi aktif mengawasi kendaraan yang melintas agar tidak membawa muatan melebihi ketentuan. Pengendalian tersebut diperlukan agar jalan yang telah diperbaiki dapat digunakan lebih lama dan tidak kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
Sementara itu, untuk penanganan sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan di wilayah utara Bengkulu, Tejo menyebut Kementerian PU melalui Balai Sungai VII.
Pekerjaan yang dilakukan antara lain penanganan pada titik jalan yang mengalami kerusakan berat serta pekerjaan beton di kawasan tertentu. Penanganan darurat juga dilakukan pada sejumlah lokasi yang mengalami longsor di jalur dari Bengkulu menuju Mukomuko.
Tejo berharap penanganan jalan diikuti dengan pengendalian kendaraan berlebih muatan agar kerusakan serupa tidak terus berulang. Menurut dia pengawasan bersama diperlukan untuk menjaga kondisi jalan dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Provinsi Bengkulu.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026