Banda Aceh (ANTARA) - Program Jawara Lokal, yang merupakan kolaborasi antara Kementerian UMKM RI dan perusahaan ekspedisi J&T Express, membantu sebanyak lima UMKM di Provinsi Aceh untuk bisa bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi.
Dalam pengumuman peraih Jawara Lokal di Banda Aceh, Senin, lima UMKM penyintas bencana yang terpilih antara lain: Keuneubah Endatu asam jawa pedas manis dari Kabupaten Pidie Jaya, Madu Bang Unoe (Kota Lhokseumawe), UDEUNG’du (Kota Banda Aceh), Dapu Meutakeh sie reboh (Kabupaten Aceh Besar), dan Keumamah Cut Kak (Kota Banda Aceh).
Mereka sebelumnya telah melalui proses kurasi mulai dari penilaian administrasi, kelayakan produk, hingga wawancara.
"Aceh sebagai salah satu daerah percontohan. Semoga model kolaborasi ini bisa diperluas dan jadi contoh bagi yang lainnya," kata Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindiya Hartika.
Ari Anindiya mengatakan kolaborasi dengan sektor swasta menjadi sangat penting untuk membantu pemulihan UMKM penyintas bencana, karena akan melengkapi program bantuan yang disiapkan pemerintah, salah satunya yaitu Banpres (Bantuan Presiden).
Berdasarkan data Kementerian UMKM, bencana hidrometeorologi pada 2025 telah berdampak terhadap 113.292 UMKM di Aceh. Hampir setahun berlalu pascabenca, program bantuan memang sangat dibutuhkan oleh UMKM untuk bangkit lagi.
Salah satu UMKM terpilih adalah pengusaha Madu Bang Unoe dari Kota Lhokseumawe bernama Saiful Anwar, yang menilai manfaat program Jawara Lokal bukan semata dari hadiah berupa uang. Sebabnya, produk UMKM yang terpilih juga dipromosikan via platform digital J&T Express.
Menurut Saiful, itu sangat memotivasi UMKM untuk bisa bangkit lagi, terutama usaha madunya yang sempat terhenti berbulan-bulan akibat kesulitan pasokan bahan baku pascabencana banjir dan longsor.
"Setelah saya ikuti program ini, ternyata saya bukan hanya dapat hadiah uang karena ternyata produk saya juga dipromosikan di aplikasi J&T," kata Saiful seraya menambahkan bisnisnya baru pulih 75 persen pascabencana.
Silfia Safriani, pengusaha Keuneubah Endatu dari Kabupaten Pidie Jaya, mengatakan awalnya tidak menyangka bisa terpilih sebagai Jawara Lokal dari Aceh. Sebabnya, ia hingga kini masih teringat dampak bencana banjir bandang pada akhir November 2025 sempat membuat usahanya berhenti total.
Ia mengatakan usahanya mulai dirintis dari awal sejak Februari tahun ini dengan bantuan banyak pihak hingga akhirmya bisa bangkit lagi.
"Alhamdulillah, kami bisa terpilih karena dampak bencana itu membuat kami memulai lagi usaha dari nol," kata Silfia sambil terharu.
Menurut dia, program Jawara Lokal membantu usahanya untuk berkembang terutama di penjualan lewat platform digital. "Penjualan kami sekarang banyak lewat online. Dulu sehari paling satu kotak, sekarang bisa 100 kotak," katanya.
Sementara itu, Manager Public Affairs J&T Express Adriansyah Halim mengatakan UMKM terpilih akan mendapatkan berbagai dukungan pengembangan usaha, mulai dari dana pengembangan sebesar Rp15 juta per UMKM, diskon ongkir sebesar 30 persen, akses VIP layanan J&T Express, dukungan promosi, hingga pendampingan untuk membantu memperkuat aspek logistik.
"Melalui Jawara Lokal J&T Express, kami ingin memberikan dukungan yang lebih luas bagi UMKM di Aceh, tidak hanya melalui layanan pengiriman, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang dapat membantu mereka bangkit, memperkuat kapasitas usaha, dan membuka peluang pasar yang lebih luas," kata Adriansyah.
Aceh menjadi daerah ketiga dari lima wilayah penyelenggaraan Jawara Lokal J&T Express, setelah sebelumnya dilaksanakan di Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat. Melalui pelaksanaan program ini, dukungan yang diberikan diharapkan dapat membantu UMKM terpilih menjaga momentum pertumbuhan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas.
Pewarta: FB Anggoro
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026