Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menertibkan kabel udara dengan kondisi tidak beraturan di sepanjang Jalan Raya Pondok Gede, Kecamatan Pondok Gede sebagai ... [323] url asal
Kita ingin lingkungan kota terlihat lebih rapi dan tertata sekaligus memastikan jaringan utilitas dikelola dengan baik tanpa mengabaikan kebutuhan layanan masyarakat
Kota Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menertibkan kabel udara dengan kondisi tidak beraturan di sepanjang Jalan Raya Pondok Gede, Kecamatan Pondok Gede sebagai upaya berkelanjutan menata jaringan perkabelan menuju infrastruktur bawah tanah atau ducting.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menata infrastruktur perkotaan agar lebih rapi, aman dan nyaman bagi masyarakat," kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono di Bekasi, Rabu.
Ia mengatakan penataan kabel udara juga diarahkan untuk mendukung rencana program pemindahan jaringan utilitas bawah tanah melalui sistem ducting yang saat ini terus dilakukan secara bertahap.
Dia menilai kabel fiber optik yang tidak tertata mengganggu keindahan kawasan perkotaan. Karena itu, penanganan kabel udara perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk penyedia layanan jaringan telekomunikasi.
"Kita ingin lingkungan kota terlihat lebih rapi dan tertata sekaligus memastikan jaringan utilitas dikelola dengan baik tanpa mengabaikan kebutuhan layanan masyarakat," ujarnya.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau kondisi kabel udara di Ruas Jalan Raya Pondok Gede, Kecamatan Pondok Gede, Rabu (21/10/2026).ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Menurutnya, pembenahan jaringan kabel merupakan bagian dari penataan kota yang membutuhkan koordinasi dan komitmen bersama. Pemkot Bekasi berharap seluruh pihak berkepentingan dapat mendukung proses tersebut agar pelaksanaannya berjalan secara tertib.
"Kita ingin masyarakat dapat menikmati jalan yang lebih nyaman dan enak dipandang. Saya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung penataan ini sehingga wajah Kota Bekasi semakin baik dan teratur," katanya.
Pemerintah Kota Bekasi menargetkan jaringan kabel udara di ruas jalan-jalan utama dapat beralih ke sistem bawah tanah melalui penataan yang dilakukan secara bertahap.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kerapian tata kota sekaligus menjaga kenyamanan maupun keselamatan pengguna jalan.
"Penataan kabel udara di sejumlah ruas jalan utama Kota Bekasi sebelumnya juga diarahkan untuk mendukung pemindahan jaringan ke sistem ducting secara bertahap," kata dia.
Pergelaran 'Bekasi City Fashion Movement' (BCFM) 2026 yang berlangsung 9–11 Oktober 2026 lalu menghasilkan perputaran ekonomi dengan omzet ... [435] url asal
Kota Bekasi (ANTARA) - Pergelaran 'Bekasi City Fashion Movement' (BCFM) 2026 yang berlangsung 9–11 Oktober 2026 lalu menghasilkan perputaran ekonomi dengan omzet mencapai Rp334,95 juta dari berbagai aktivitas pelaku usaha ekonomi kreatif asal daerah itu.
Ketua Dekranasda Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengatakan pencapaian tersebut berasal dari sejumlah sektor ekonomi kreatif yang terlibat mulai dari gerai batik, jasa jahit, desainer, pelaku bazar, makeup hingga produk IKM dan UKM.
"Kontribusi terbesar berasal dari biaya jahit sebesar Rp137,3 juta disusul belanja batik di Gerai Dekranasda sebesar Rp71,99 juta," katanya di Bekasi, Selasa.
Dia mengaku ajang BCFM di Pakuwon Mall Bekasi itu sejak awal memang dirancang sebagai ruang bagi pelaku fesyen, UMKM, IKM, desainer, perajin dan industri kreatif untuk mendapatkan ruang promosi sekaligus pasar.
Pihaknya berupaya untuk terus mendorong agar setiap ajang yang digelar mampu memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha. Ketika karya lokal tampil, masyarakat membeli, desainer mendapatkan pesanan, penjahit mendapatkan pekerjaan, dan UMKM mendapatkan pasar, maka ekosistem ekonomi kreatif ikut bergerak.
Ajang Bekasi City Fashion Movement digelar di Pakuwon Mall Kota Bekasi selama tiga hari dalam rangka pemberdayaan pelaku usaha ekonomi kreatif sekaligus menyambut Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat pada 7-20 November 2026. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Menurutnya, pencapaian tahun ini menjadi bagian dari konsistensi Dekranasda Kota Bekasi dalam mengembangkan BCFM sebagai agenda rutin tahunan yang terus diperkuat.
BCFM tahun ini juga terasa lebih spesial sebab tema yang diangkat mengusung konsep 'Sporty & Dynamic: Road to Porprov 2026' memadukan kekayaan batik lokal Bekasi dengan karakter fesyen olahraga dan semangat menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.
"Setiap tahun konsepnya kami kembangkan. Kami ingin BCFM menjadi panggung bagi talenta dan produk lokal Bekasi sekaligus membuka peluang ekonomi yang semakin luas. Tahun 2026 lebih bergairah, memanfaatkan momentum Porprov Jabar di mana Kota Bekasi menjadi tuan rumah utama event empat tahunan tersebut," katanya.
Wiwiek menyebut pencapaian omzet hingga menyentuh nominal Rp334,95 juta selama tiga hari tersebut menjadi gambaran bahwa event kreatif memiliki efek berantai terhadap aktivitas ekonomi.
"Pergerakan tidak berhenti pada transaksi produk fesyen saja tetapi juga menyentuh jasa jahit, desainer, bazar, kuliner, kerajinan hingga sektor pendukung lainnya," ucap dia.
Ajang BCFM pertama kali digelar pada tahun 2023 atau sudah tahun keempat terselenggara dengan baik yang digagas oleh Dekranasda Kota Bekasi sebagai pengembangan dari gelaran Bekasi Fashion Week.
BCFM sendiri hadir sebagai ruang bagi desainer, perajin, UMKM, komunitas dan pelaku industri kreatif Kota Bekasi untuk menampilkan karya sekaligus memperluas pasar dengan semangat "Local to Global" agar karya dan produk fesyen lokal memiliki daya saing lebih luas serta ikut menggerakkan perekonomian daerah.