Operasional LRT Sumsel hingga saat ini tetap berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan
Palembang (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) memastikan operasional LRT Sumatera Selatan (Sumsel) tetap berjalan normal sesuai jadwal di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang.
Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Kamis, mengatakan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pelayanan LRT Sumsel, termasuk dengan mengimbau pelanggan menggunakan masker untuk mengurangi paparan polusi udara.
"Operasional LRT Sumsel hingga saat ini tetap berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan," katanya.
Meski kondisi kabut asap, LRT Sumsel tetap menjadi salah satu pilihan transportasi publik untuk mendukung mobilitas masyarakat di Kota Palembang dan sekitarnya.
Sepanjang Triwulan III 2026, LRT Sumsel melayani sebanyak 3.303.591 pelanggan atau rata-rata sekitar 12.100 pelanggan per hari.
Stasiun Asrama Haji mencatat jumlah pelanggan tertinggi, yakni 654.308 pelanggan dengan rata-rata 2.396 pelanggan per hari. Berikutnya, Stasiun Ampera melayani 527.171 pelanggan dengan rata-rata 1.931 pelanggan per hari, sedangkan Stasiun DJKA melayani 441.148 pelanggan dengan rata-rata 1.615 pelanggan per hari.
Hingga 14 Oktober 2026, LRT Sumsel telah melayani 147.654 pelanggan dengan rata-rata 10.546 pelanggan per hari.
Dari sisi ketepatan waktu, kinerja operasional LRT Sumsel selama Triwulan III 2026 juga tercatat baik. Ketepatan waktu keberangkatan atau On Time Performance (OTP) mencapai 99,93 persen, sedangkan ketepatan waktu kedatangan mencapai 99,92 persen.
KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS akan terus menjaga kualitas pelayanan dan memantau perkembangan situasi operasional di tengah kondisi kabut asap.
Pihaknya mengimbau pelanggan menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan serta ketika menuju maupun meninggalkan stasiun, guna mengurangi paparan kabut asap.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara serta melakukan langkah perlindungan diri.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026