Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak menilai penguatan mekanisasi pertanian yang dilakukan pemerintah menjadi langkah strategis karana dapat meningkatkan efisiensi produksi, mengatasi keterbatasan tenaga kerja, dan mempercepat transformasi sektor pangan nasional.
Menurut Hanan, mekanisasi pertanian yang dilaksanakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi perubahan kondisi tenaga kerja sektor pertanian.
"Pak Amran Sulaiman ini luar biasa. Dari tahun 2014 kalau tidak salah, beliau memberikan perhatian terhadap mekanisasi pertanian di republik ini, sangat luar biasa," kata Hanan dalam Forum Diskusi Pertanian bertajuk 'Dua Tahun Transformasi Pertanian Era Presiden Prabowo' di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, rata-rata usia petani yang semakin meningkat menyebabkan kemampuan tenaga manual dalam mengelola lahan pertanian semakin terbatas sehingga diperlukan dukungan teknologi.
"Sekarang ini tidak kita sadari, coba lihat di angka statistik, kalau tidak salah umur petani ini sudah 48 tahun ke atas ya rata-ratanya, jangan-jangan sudah mendekati 50 tahun sekarang sehingga tenaga untuk di lahan pertanian itu sudah sangat terbatas," ujarnya.
Hanan menilai kehadiran pemerintah melalui bantuan alat mesin pertanian menjadi solusi agar proses budidaya, panen, dan pengolahan hasil pertanian semakin efisien.
"Perlu mesin-mesin, pemerintah hadir. Karena tidak terpikir oleh petani setelah dia panen dia tuh mau beli mesin, itu nggak kepikir, apalagi yang luas (sawahnya) 0,5 hektare, seperempat hektare, 2 hektare, nggak kepikir dia mau beli. (Tapi) pemerintah hadir dengan mesin-mesinnya," ucapnya.
Menurutnya, mekanisasi tidak hanya mempercepat pekerjaan petani, tetapi juga meningkatkan produktivitas lahan serta menekan biaya produksi dalam jangka panjang.
Ia mengapresiasi langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang sejak lama memberikan perhatian besar terhadap pengembangan mekanisasi pertanian nasional.
"Wajar kalau kita sebut bahwa ini (Mentan Amran) bapak modernisasi pertanian, itu Pak Amran Sulaiman, ini luar biasa," tuturnya.
Hanan menyebut modernisasi pertanian melalui penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi salah satu fondasi penting untuk memperkuat daya saing sektor pangan Indonesia.
Ia menilai peningkatan produktivitas pertanian tidak cukup hanya mengandalkan perluasan lahan, tetapi harus didukung inovasi teknologi dan modernisasi sistem produksi.
Menurutnya, kebijakan mekanisasi yang berjalan bersama program pembangunan pertanian lainnya telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi pangan nasional.
"Ini saya bukan memuji-muji, saya ada di lapangan. Kebijakannya paralel, bukan hanya urusan teknis teknologi, tetapi kebijakan-kebijakan sosial ekonomi diperhatikan," tegasnya.
Hanan berharap penguatan teknologi pertanian dapat terus dilanjutkan agar sektor pangan semakin maju dan mampu menarik minat generasi muda.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026