Luas areal lahan pertanian di kawasan sekitar berkisar 450 hektare. Sehingga ketika saluran irigasinya lancar, jika sebelumnya hanya bisa sekali tanam, dengan ini harapannya bisa dua atau tiga kali tanam
Demak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membantu menormalisasi saluran avur yang melintasi tiga desa di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, guna memperlancar pasokan air irigasi ke areal persawahan sekitar agar nantinya bisa tanam padi hingga tiga musim tanam.
"Luas areal lahan pertanian di kawasan sekitar berkisar 450 hektare. Sehingga ketika saluran irigasinya lancar, jika sebelumnya hanya bisa sekali tanam, dengan ini harapannya bisa dua atau tiga kali tanam," kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau pekerjaan normalisasi saluran avur yang melintasi tiga desa di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Senin.
Ia mengungkapkan, saluran avur itu sendiri memiliki dua fungsi, yaitu membantu membuang air saat banjir dan mendukung pengairan pada musim kemarau. Karena itu, fungsinya perlu dijaga agar bisa mendukung kebutuhan air lahan pertanian.
"Ini normalisasi saluran irigasi yang diteroboskan ke Sungai Gemboyo. Harapannya nanti di sini bisa terairi, sehingga produktivitas panen tanaman padinya bisa lebih optimal," ujarnya didampingi Bupati Demak Eisti'anah.
Total panjang saluran avur yang dinormalisasi 1,15 kilometer. Membentang di antara dua desa yaitu, Desa Klitih dan Desa Dukun. Per 14 Oktober 2026, pekerjaan sudah selesai sekitar 630 meter di Desa Klitih, bahkan petani sudah mulai memanfaatkannya untuk menyemai bibit padi.
Sementara di Desa Dukun dari target 500 meter baru selesai sekitar 80 meter. Kondisi saluran di Desa Dukun lebih sulit karena kondisi tanah yang lunak sehingga alat berat beberapa kali terjebak lumpur.
Pembiayaan awal yang disiapkan untuk normalisasi tersebut senilai Rp39,02 juta untuk operasional alat berat, tenaga kerja, penggalian manual, dan mobilisasi alat. Selain itu juga ada bantuan dari Bank Indonesia, Pemkab Demak, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Desa Klitih dan Dukun.
"Ini kolaborasi antara Pemprov Jateng, Pemkab Demak, BI, sampai Pemerintah Desa, bareng-bareng," ujar Ahmad Luthfi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares menambahkan normalisasi tersebut dilakukan setelah adanya pantauan dan laporan dari tim di lapangan dan masyarakat.
Potensi di pertanian di Desa Klitih dan Dukun yang dilewati saluran avur tersebut sebesar 450 hektare. Kelancaran saluran ini membuat petani minimal bisa tanam dua kali dalam setahun.
"Ini kerja bersama agar panen tanaman padinya paling tidak 5-6 ton per hektare, tinggal dikalikan 450 hektare. Jadi bagaimana caranya kita tetap semangat di tengah kondisi iklim seperti ini. Tahun lalu kita lakukan pengerukan di Sungai Pelayaran dan hasilnya bagus," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Klitih Firdos mengatakan saluran tersebut sudah ada sejak lama dan menjadi salah satu aliran irigasi untuk mengambil air dari Sungai Gemboyo. Saluran tersebut kemudian tertutup lumpur setelah ada perbaikan pintu air. Diduga perbaikan kurang maksimal sehingga sedimentasi terbawa dan mengendap di sepanjang aliran irigasi.
"Adanya bantuan normalisasi dari Pak Gubernur ini diharapkan air bisa mengalir, sehingga masa tanam pertama dan kedua tidak masalah," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026