Persoalan yang terjadi bertahun-tahun di Sumbar adalah sering terputusnya konektivitas, pada dua titik utama yaitu Sitinjau Lauik dan Silaing Lembah Anai, dua persoalan ini menjadi fokus pemerintah Prabowo untuk menyelesaikan
Padang (ANTARA) - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menilai pembangunan flyover atau jalan layang di Sitinjau Lauik yang menghubungkan jalan utama Padang menuju Solok meningkatkan konektivitas di Sumatera Barat (Sumbar).
"Persoalan yang terjadi bertahun-tahun di Sumbar adalah sering terputusnya konektivitas, pada dua titik utama yaitu Sitinjau Lauik dan Silaing Lembah Anai, dua persoalan ini menjadi fokus pemerintah Prabowo untuk menyelesaikan," kata Kepala BP BUMN Dony Oskaria di Padang, Sumbar, Selasa.
Ia menyampaikan hal itu pada kunjungan lapangan BP BUMN bersama Komisi VI DPR ke pembangunan Flyover Sitinjau Lauik.
Menurut dia, persoalan konektivitas tersebut bisa diselesaikan dengan membangun jalan layang yang akan memberi dampak siginifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sumbar.
Selain itu, ia mengatakan masyarakat Sumbar juga harus bersyukur karena sebentar lagi akan dilanjutkan pembangunan Tol Padang-Bukittinggi yang dimulai pada Januari 2027.
"Pembangunan tol tersebut akan menyelesaikan persoalan konektivitas di Lembah Anai, kalau itu juga selesai maka pertumbuhan ekonomi semakin baik," katanya.
Ia berharap warga Sumatera Barat mendukung pembangunan Jalan Layang Sitinjau Lauik dan kelanjutan pembangunan Tol Padang-Bukittinggi.
"Program pemerintah berorientasi untuk memperbaiki persoalan fundamental yang dihadapi masyarakat," ujar dia.
Flyover Sitinjau Lauik merupakan jalan layang yang berada di Jalan Padang–Solok tepatnya di Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat.
Jalan layang ini dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan Hutama Karya sebagai kontraktor dengan nilai investasi mencapai Rp2,79 triliun.
Pembangunan jembatan layang ini untuk memperbaiki aspek geometrik jalan menjadi lebih baik yakni, gradien maksimal dari yang awalnya 26 persen menjadi 8 persen dan radius tikungan yang semula kurang dari 15 meter, menjadi kurang dari 95 meter, dan jarak pandang menjadi lebih baik.
Sitinjau Lauik merupakan jalan yang menghubungkan Kota Padang dan Solok dengan jarak 53 km, sekaligus menjadi bagian dari jalan nasional dan Lintas Sumatra yang mengarah ke Dharmasraya, Jambi, hingga Pulau Jawa.
Jalan ini ramai dilewati karena merupakan rute terdekat dari Solok ke Padang. Sitinjau Lauik terletak di kawasan hutan lindung dengan kemiringan jalan hingga 45 derajat, dipenuhi tanjakan curam, turunan terjal, belokan tajam, tebing dan jurang.
Saat hujan gerimis, kabut tebal sering menghalangi pandangan, meningkatkan risiko kecelakaan. Kawasan ini rawan kecelakaan dan tanah longsor, sering menyebabkan kerugian materiil dan korban jiwa.
Pewarta: Najmi Aulia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026