Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam diplomasi dan pembebasan ini serta menegaskan komitmen untuk terus memperkuat pelindungan dan pelayan tata kelola kepelautan bagi seluruh pelaut Indonesia yang beker
Tapanuli Selatan, Sumatera Uta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengutamakan keselamatan awak kapal dalam proses pemulangan empat awak kapal Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan di Somalia.
"Kemenhub melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan terus mengawal seluruh proses penanganan sejak menerima laporan insiden pembajakan MT Honour 25 yang terjadi sejak 21 April 2026. Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan, hak-hak, serta kesejahteraan para pelaut Indonesia terjaga hingga mereka tiba kembali di tanah air," ujar Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin dalam keterangan yang diterima di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri bersinergi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub memfasilitasi kepulangan empat awak kapal WNI.
Para ABK tersebut merupakan korban perompakan dan penyanderaan di kapal MT Honour 25 saat berlayar di perairan Hafun, Somalia.
Samsuddin menjelaskan, selama masa krisis pembajakan berlangsung, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan berkoordinasi secara intensif dengan perusahaan manning agency, PT Crystal Shipping Indonesia, guna memastikan pemenuhan hak-hak pelaut sesuai Perjanjian Kerja Laut (PKL).
"Kami berkoordinasi secara berkala dengan pihak perusahaan untuk memastikan pembayaran gaji tetap berjalan, pasokan logistik dan air tawar ke kapal terpenuhi selama masa penyanderaan, pemantauan kondisi kesehatan awak kapal, serta memberikan pembaruan informasi yang transparan kepada pihak keluarga," kata Samsuddin.
Keempat awak kapal WNI yang berhasil dipulangkan tersebut adalah Ashari Samadikun (Master), Wahudinanto (Chief Officer), Adi Faizal (3rd Officer), dan Fiki Mutakin (Able-Bodied Seaman).
Samsuddin menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan hingga pemulangan para awak kapal ini merupakan bentuk nyata sinergi dan kolaborasi erat lintas kementerian, Perwakilan RI di luar negeri, perusahaan agen pengawakan, serta pihak keluarga.
Sebagai bagian dari bentuk perhatian dan dukungan, perwakilan dari Direktorat Pelindungan WNI Kemenlu bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar telah melakukan kunjungan langsung ke kediaman keluarga Capt. Ashari Samadikun dan Adi Faizal di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kemudian telah dilakukan juga kunjungan dari perwakilan Kemenlu dan Kemenhub ke kediaman Wahudinanto di Pemalang dan kediaman Fiki Mutakin di Bogor untuk memberikan dukungan moril serta mendampingi pihak keluarga.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam diplomasi dan pembebasan ini serta menegaskan komitmen untuk terus memperkuat pelindungan dan pelayan tata kelola kepelautan bagi seluruh pelaut Indonesia yang bekerja di kapal-kapal berbendera asing maupun nasional," ujar Samsuddin.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026