Untuk kurasi awal telah dilaksanakan, alhamdulillah Tabuik masuk ke dalam tujuh event (kegiatan) di Sumbar yang lolos seleksi pertama masuk KEN
Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengusulkan Hoyak Tabuik masuk Karisma Event Nusantara (KEN) ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar) agar kegiatan wisata dan budaya tersebut masuk ke dalam program strategis Kemenpar itu pada 2027.
"Untuk kurasi awal telah dilaksanakan, alhamdulillah Tabuik masuk ke dalam tujuh event (kegiatan) di Sumbar yang lolos seleksi pertama masuk KEN," kata Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman, Jumat.
Ia mengatakan setelah melalui tahapan tersebut Pemkot Pariaman akan memaparkan terkait Hoyak Tabuik dan rencana pelaksanaan tahun depan kepada Kemenpar melalui kurator yang biasanya dilaksanakan secara daring pada 4 November.
Ia menyampaikan adanya perbedaan kegiatan pendukung pada pelaksanaan Tabuik tahun depan dengan yang sebelumnya. Kegiatan pada tahun depan, lanjutnya lebih difokuskan pada kesenian yang melibatkan generasi muda.
"Ini sesuai dengan temanya (KEN 2027) yaitu generasi muda," katanya.
Pada tahun lalu, lanjutnya, pelaksanaan Hoyak Tabuik diselingi dengan berbagai kegiatan salah satunya Ekraf Fest Bandagala (Bandar Dagang Laut) yang di dalamnya terdapat pertunjukkan yang tidak sesuai dengan Tabuik yaitu Barongsai.
Ia menyampaikan, karena Barongsai tidak sesuai dengan Hoyak Tabuik serta adanya saran dari tokoh Tabuik maka pada 2027 kesenian khas Tionghoa itu tidak masuk ke dalam kegiatan pendukung.
"Karena itu kami cari kegiatan lain yang dapat mendukung pelaksanaan Hoyak Tabuik 2027," ujarnya.
Kadis mengatakan Hoyak Tabuik merupakan kegiatan wisata dan budaya terbesar dari Sumbar karena dapat mendatangkan ratusan ribu pengunjung dalam waktu bersamaan pada satu kegiatan.
Selain itu, kata dia kegiatan tersebut telah lama dilaksanakan secara turun temurun di Pariaman sehingga menjadi budaya yang dapat menjadi penggerak pariwisata daerah.
Oleh karena itu, lanjutnya Hoyak Tabuik harus kembali masuk KEN agar kegiatan tersebut tidak saja mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat namun juga membantu mempromosikan wisata daerah.
"Wisatawan banyak datang karena Tabuik, tentu mendatangkan perputaran uang serta meningkatkan pendapatan masyarakat," kata dia.
Pada 2024 Hoyak Tabuik Pariaman masuk ke dalam KEN, namun pada 2025 kegiatan budaya dan wisata itu tidak mendapatkan kesempatan karena berbagai faktor, kemudian kegiatan itu kembali masuk program strategis Kemenpar itu pada 2026.
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026