Jakarta (ANTARA) - Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) membahas pentingnya penguatan kedaulatan digital nasional melalui ajang Peruri Digital Summit 2026 bertema "Building Technology of the Future" di Taman Kota Peruri, Jakarta.
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko mengatakan forum strategis ini diselenggarakan sebagai panggung sinkronisasi kebijakan, inovasi, dan kolaborasi antara regulator, pemerintah, pakar industri, akademisi, serta pelaku teknologi global guna memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
"Peruri Digital Summit 2026 ini dirancang sebagai bentuk sinkronisasi strategis dengan visi dan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa kedaulatan bangsa ke depan ditentukan oleh kemandirian teknologi tingkat tinggi, khususnya di sektor industri semikonduktor, AI, dan infrastruktur digital dalam negeri," kata Teguh dalam sambutannya di Jakarta, Rabu.
Teguh mengatakan selama lebih dari lima dekade, Peruri telah menjadi penjaga kedaulatan negara melalui pencetakan dokumen fisik strategis seperti uang rupiah, paspor, meterai, pita cukai, dan sertifikat tanah.
Kini, di tengah pergeseran peradaban menuju era digital, Peruri telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi penjamin keaslian dokumen elektronik, sistem, serta identitas digital.
"Melalui mandat Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 sebagai GovTech Indonesia, Peruri hadir menjadi akselerator digitalisasi nasional guna mendukung transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang terintegrasi, andal, dan berstandar keamanan tinggi,” ujarnya.
Pada hari pertama penyelenggaraan, Peruri Digital Summit 2026 menghadirkan sejumlah pidato utama dari para pemimpin dan pengambil kebijakan nasional.
Selain itu, hari pertama diisi dengan diskusi panel interaktif yang membedah kesiapan regulasi serta tantangan adaptasi teknologi masa depan, serta peninjauan ke "Technology Showcase" yang menampilkan berbagai solusi keamanan digital, identitas elektronik, dan inovasi berbasis AI dari Peruri bersama para mitra strategis.
Rangkaian acara akan dilanjutkan pada Kamis (22/10/2026), yang memfokuskan pembahasan teknis dan pengembangan kapabilitas melalui sesi masterclass mendalam bersama para praktisi terkemuka.
Masterclass ini membedah tiga pilar teknologi utama yaitu semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan post-quantum cryptography (PQC).
Sebagai puncak acara hari kedua, Peruri juga akan menggelar Final Pitching Peruri Chip Hackathon untuk menentukan tiga tim terbaik.
Kompetisi desain cip mahasiswa tingkat nasional ini sebelumnya telah berhasil menjaring 98 tim (338 mahasiswa) dari 41 Perguruan Tinggi di Indonesia.
Dari ajang tersebut, terpilih lima tim terbaik yang telah selesai mengikuti Bootcamp intensif pada 18-20 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026