Banda Aceh (ANTARA) - Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyalurkan bantuan modal usaha dan peralatan operasional berbasis listrik bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan terdampak bencana di Kampung Tanjung Keramat, Kuala Simpang, Aceh Tamiang.
“Bantuan yang disalurkan ini bagian dari upaya memulihkan denyut nadi perekonomian di Aceh Tamiang pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang akhir November 2025,” kata General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan program "Woman Support Woman UMKM Perempuan" merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial perseroan yang melampaui tugas utamanya dalam menjaga keandalan pasokan listrik.
“Perseroan berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan yang kerap menjadi tulang punggung perekonomian keluarga. Kami menyadari perempuan memiliki peran krusial dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Kehadiran PLN UID Aceh melalui bantuan ini adalah bentuk dukungan penuh agar para srikandi UMKM yang terdampak bencana bisa kembali bangkit, mandiri, dan berinovasi dalam menjalankan usahanya," kata Eddi.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum (KKU) PLN UID Aceh, Sigit Fanani menambahkan sasaran utama dari program tersebut adalah perempuan-perempuan tangguh penggerak ekonomi desa.
"Kehadiran kami di sini merupakan wujud nyata kepedulian PLN. Ini bukan sekadar bantuan materil, melainkan simbol kolaborasi dan transfer energi dari kami, agar ibu-ibu di sini merasa tidak berjuang sendirian," jelas Sigit.
Adapun penyaluran bantuan tersebut difokuskan kepada 15 perempuan penerima manfaat yang tergabung dalam dua kelompok UMKM di Kuala Simpang.
Batuan pertama untuk UMKM Keripik Dondong (Siput) yang mempekerjakan sepuluh buruh perempuan. Usaha kelompok tersebut sempat mati suri setelah peralatan produksi mereka rusak diterjang banjir.
Ia mengatakan guna menghidupkan kembali operasional harian, Srikandi PLN menyerahkan suntikan modal beserta perabotan berbasis listrik seperti kulkas, dandang, kompor listrik, dan mixer.
Bantuan kedua adalah untuk UMKM Produksi Donat beranggotakan lima pekerja perempuan. Kelompok tersebut menerima modal usaha dan peralatan pendukung produksi, mulai dari oven, mixer, alat masak, hingga kompor listrik. Penggunaan alat-alat tersebut sejalan dengan kampanye gaya hidup ramah lingkungan (electrifying lifestyle) dari PLN, yang mendorong proses produksi lebih bersih, praktis, dan efisien.
Ketua Srikandi PLN UID Aceh, Octi Dwina Putri, berharap bantuan tersebut menjadi katalis pemulihan ekonomi di level akar rumput sehingga roda usaha para pelaku UMKM kembali berputar dan mempercepat kemandirian ekonomi, selaras dengan semangat 'Mandiri Bersama, Maju Tanpa Batas.
Di luar tanggung jawab sosial, PLN UID Aceh terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh penjuru Serambi Mekkah dan untuk mempermudah akses layanan, masyarakat juga memaksimalkan aplikasi PLN Mobile.
Lewat platform digital tersebut pelanggan dapat menyelesaikan berbagai urusan kelistrikan dari pembelian token, pembayaran tagihan, pelaporan gangguan, hingga pasang baru secara cepat dalam satu genggaman tangan.
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026