pelaku UMKM dapat terus berinovasi, memperluas pasar dan menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih luas
Jakarta (ANTARA) - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dinilai memiliki peluang untuk menghasilkan produk ekonomi kreatif dan bernilai tambah tinggi dari minyak sawit serta produk turunannya.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Helmi Muhansyah menyatakan terdapat 200 jenis turunan minyak sawit yang dapat dijadikan bahan baku utama ataupun sampingan untuk diolah menjadi produk makanan, kerajinan tangan, sampai batik.
Kelapa sawit, lanjut dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang berperan dalam menggerakkan perekonomian termasuk UMKM.
"Karena itulah, pelaku UMKM dapat terus berinovasi, memperluas pasar dan menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih luas," katanya dalam Pekan Jurnalis dan UMKM Sawit 2026 bertemakan “Menyuarakan Narasi Sawit Baik Bersama Media dan UMKM" di Malang, Jawa Timur.
Kegiatan yang didukung BPDP tersebut menjadi forum mempertemukan insan pers dan pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan potensi produk turunan sawit bagi pengembangan usaha lokal.
Menurut dia, produk turunan sawit antara lain minyak goreng, margarin, krimer dan cocoa butter substitute, hingga biodiesel yang dapat dimanfaatkan dalam industri atau pelaku UMKM.
"Pemanfaatan bahan berbasis sawit membuka peluang bagi UMKM untuk mengembangkan produk inovatif dengan nilai tambah," ujarnya.
Helmi juga menyatakan kelapa sawit merupakan penopang utama fundamental ekonomi makro Indonesia, dengan kontribusi mencapai 9 persen dari total ekspor non-migas nasional, sekaligus menjadi motor utama hilirisasi energi dan penyerap jutaan tenaga kerja.
Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Markus Susanto menjelaskan produk UKM banyak yang memanfaatkan produk oleokimia yang merupakan turunan sawit seperti fatty acid, soap noodle dan gliserin.
Sebagian besar produk yang digunakan masyarakat dari pagi sampai malam memiliki kandungan produk oleokimia seperti sabun, kosmetik, shampo, deterjen, dan produk perawatan tubuh
“Saat ini, produk oleokimia hampir 70 persen memenuhi pangsa pasar ekspor dan 30 persen dipakai untuk kebutuhan dalam negeri. Kontribusinya bagi devisa ekspor mencapai 5 miliar sampai 6 miliar dolar per tahun," katanya.
Sedangkan Prof. Dr. Susinggih Wijana Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya, menyebutkan produk samping dari sawit seperti limbahnya menjadi peluang bagi UKM untuk dapat diolah kembali, sebab, pemanfaatan limbah sawit juga bagian dari ekonomi sirkular atau circular economy.
Dia mencontohkan UMKM dapat memanfaatkan limbah sawit untuk bahan baku pakan ternak mulai dari produksi sampai pendistribusian. Selain itu, pelaku UKM dapat menghasilkan produk sabun skala produksi kecil sampai menengah dengan bahan baku dari turunan sawit.
Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia Qayuum Amri mengatakan media dan pelaku UMKM dapat bekerjasama dalam memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat kelapa sawit.
“Harapan kami, kita bisa saling mendukung dan tumbuh bersama, baik pelaku UMKM maupun teman-teman media," ujarnya.
Pewarta: Subagyo
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026