Setiap program adalah investasi pada fondasi daya saing bangsa: generasi muda terdidik, tenaga kesehatan menjangkau wilayah paling membutuhkan, serta keluarga dengan akses air bersih sanitasi layak.
Jakarta (ANTARA) - Danantara Indonesia Trust memperluas program sosial di bidang pendidikan, kesehatan, hingga air bersih dan sanitasi dengan menjalin kemitraan strategis, termasuk menyalurkan beasiswa kepada 800 mahasiswa dan memperluas akses air bersih bagi sekitar 230.000 penerima manfaat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program tersebut disampaikan dalam momentum satu tahun perjalanan Danantara Indonesia Trust, yaitu yayasan filantropi independen dari Danantara Indonesia, di Jakarta, Kamis, dengan mengusung tema “From Commitment to Action” atau "Dari Komitmen Menuju Aksi."
Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan program filantropi tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia, memperluas jangkauan layanan kesehatan, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi layak.
“Setiap program adalah investasi pada fondasi daya saing bangsa: generasi muda yang terdidik, tenaga kesehatan yang menjangkau wilayah paling membutuhkan, serta keluarga dengan akses air bersih dan sanitasi yang layak,” ujar Rosan.
Memasuki tahun kedua, Rosan mengatakan Danantara Indonesia Trust menjalankan tiga program strategis, yaitu Asa Nusantara di bidang pendidikan, Air Setara untuk akses air bersih dan sanitasi, serta Bakti Sehat Nusantara untuk penguatan tenaga kesehatan.
Melalui program Asa Nusantara, Danantara Indonesia Trust menyediakan beasiswa bagi 800 mahasiswa program sarjana dan vokasi di bidang sains, teknologi, teknik, matematika (STEM), serta ilmu kesehatan.
Program tersebut bekerja sama dengan Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin.
Adapun, penerima beasiswa diprioritaskan bagi mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) atau pedesaan, wilayah terdampak bencana, mahasiswa generasi pertama dalam keluarga, serta penyandang disabilitas.
Selain biaya pendidikan, program tersebut mencakup bantuan biaya hidup dan pengembangan kapasitas selama empat tahun hingga 2030.
Di bidang air, sanitasi, dan higiene (WASH), Danantara Indonesia Trust bersama Plan Indonesia mengembangkan program Air Setara yang dirancang menjangkau 156 desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Manggarai, dan Belu, NTT.
Program tersebut menargetkan sekitar 230.000 penerima manfaat atau 60.000 rumah tangga, termasuk 86.700 siswa di 867 sekolah dan 79 fasilitas kesehatan.
Kemudian, pelaksanaannya juga didukung pendanaan Plan International serta dukungan kesehatan dan nutrisi selama empat tahun dari Vitamin Angels.
Sementara itu, melalui Bakti Sehat Nusantara, Danantara Indonesia Trust bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat tenaga kesehatan, mulai dari perencanaan kebutuhan, pendidikan, pengembangan kompetensi, hingga penempatan dan retensi tenaga kesehatan di wilayah prioritas.
Pada tahap awal, dukungan biaya pendidikan program tersebut ditujukan kepada 1.343 tenaga medis dan tenaga kesehatan, terdiri atas 358 penerima pada 2026 dan 985 penerima pada 2027. Program ini mencakup tenaga kesehatan di 70 puskesmas, 131 rumah sakit daerah, dan 25 rumah sakit vertikal.
Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak mengatakan pihaknya akan memperkuat kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi pembangunan, sektor swasta, dan masyarakat sipil agar program sosial dapat diperluas dan memberikan manfaat berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kolaborasi tidak berhenti pada satu program, tetapi turut membuka ruang bagi dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” kata Nuraini.
Ke depan, Danantara Indonesia Trust akan memperkuat perannya sebagai platform filantropi katalitik yang menghubungkan berbagai sumber daya dan keahlian untuk mengembangkan solusi sosial yang dapat direplikasi dan diperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026