Penguatan usaha mandiri menjadi salah satu upaya guna memperluas kesempatan kerja di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional.
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah meluncurkan program penguatan kapasitas tenaga kerja mandiri (TKM), yang menyasar khususnya perempuan, untuk membantu pelaku usaha memperluas pasar serta meningkatkan skala usaha ke sektor formal.
Program tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah daerah (pemda), dan Lazada Indonesia yang berfokus pada peningkatan produktivitas serta pengembangan ekosistem usaha mandiri yang berkelanjutan.
“Penguatan kapasitas TKM tidak cukup dilakukan melalui pelatihan semata, tetapi perlu didukung ekosistem untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, dan mendorong pelaku usaha secara bertahap naik kelas menuju sektor formal. Melalui kolaborasi pemerintah dan swasta, kita membangun model pendampingan yang berkelanjutan, khususnya bagi perempuan agar semakin berdaya secara ekonomi,” kata Pelaksana Tugas Deputi Koordinasi Bidang Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera, di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan penguatan usaha mandiri menjadi salah satu upaya guna memperluas kesempatan kerja di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional.
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 155,41 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65 persen atau sekitar 7,2 juta orang.
Pada periode yang sama, sebanyak 59,30 persen pekerja masih berada di sektor informal, termasuk sebagian besar pelaku usaha mikro.
Maka untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnisnya, program tersebut mencakup pelatihan pengelolaan laporan keuangan, digitalisasi pemasaran, fotografi produk, serta penguatan pemahaman dan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas dan Pengembangan Ekosistem Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian Chairul Saleh mengatakan pelibatan dunia usaha dalam program tersebut bertujuan menjawab kebutuhan praktis pelaku TKM melalui peningkatan kapasitas pengelolaan usaha.
“Melalui program ini, kami berharap TKM, khususnya perempuan, tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan dalam menjalankan usaha, tetapi juga memperluas akses pasar, mengelola usaha secara lebih akuntabel, serta memperoleh perlindungan sosial ketenagakerjaan. Dengan dukungan berbagai pihak terkait, TKM diharapkan dapat berkembang dan naik kelas menjadi usaha yang formal dan berkelanjutan,” ujar Chairul.
Pada tahap awal, proyek percontohan (pilot project) program dilaksanakan di tiga daerah, yakni Yogyakarta, Bandung, dan Medan.
Hasil pelaksanaan proyek percontohan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan potensi perluasan program ke daerah lain pada 2027.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026