Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Kalsel untuk mengintegrasikan antarmoda transportasi umum hingga kabupaten/kota dengan tarif "papadaan" sebesar Rp5.000.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M. Fitri Hernadi di Banjarmasin, Minggu, menjelaskan, tarif papadaan (bahasa banjar) itu artinya tarif "sesama kita" yang merupakan inovasi layanan integrasi angkutan antara Trans Banjarbakula, Trans Banjarmasin dan Trans Banjarbaru.
"Penumpang cukup membayar Rp5.000 menggunakan metode pembayaran nontunai, seperti kartu prabayar nirsentuh (tap), QRIS, atau dompet digital," ujarnya.
Menurut dia, dengan satu kali bayar, pengguna dapat berganti moda transportasi publik tersebut hingga tiga kali dalam rentang waktu 90 menit.
Fitri Hernadi menjelaskan, kolaborasi ini merupakan bagian dari proyek perubahan untuk mewujudkan transportasi modern yang terintegrasi.
"Melalui aplikasi Aksel, proyek perubahan implementasi tarif papadaan ini difasilitasi Bank Kalsel. Kita berharap ini tidak hanya terkait dengan layanan angkutan perkotaan, tetapi juga mendorong digitalisasi keuangan, peningkatan pendapatan daerah, dan creative financing yang bisa dikerjasamakan antara Bank Kalsel, Dinas Perhubungan, serta kolaborasi antar pemerintah daerah," jelasnya.
Dalam ekosistem integrasi tarif ini, lanjut dia, sistem perbankan dari Bank Kalsel bekerja dibalik layar untuk memastikan kelancaran transaksi antar ketiga moda transportasi perkotaan tersebut.
Fitri juga mengungkapkan rencana pengembangan layanan ini ke depannya. "Bahkan ke depan, untuk tarif berlangganan, pembelian hanya akan tersedia di Aksel dengan harga yang lebih murah dan mudah melalui aplikasi," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel Izhar menegaskan komitmen pihaknya untuk selalu mendukung penuh program-program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
"Sesuai dengan komitmen kita bersama Bank Indonesia, Bank Kalsel akan selalu mendukung digitalisasi di Kalimantan Selatan. Salah satunya melalui dukungan terhadap layanan Trans Banjarbakula ini, yang secara langsung mendorong percepatan ekosistem digital di masyarakat," ujar Izhar.
Kehadiran tarif papadaan diharapkan semakin memanjakan masyarakat dengan kenyamanan transportasi publik yang modern dan terjangkau, sekaligus menjadi solusi efektif untuk mengurangi ketergantungan mobilitas pada kendaraan pribadi.
Pewarta: Sukarli
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026