Investasi di Kota Semarang tidak hanya pembangunan pabrik, tidak hanya pembangunan berbagai macam titik-titik untuk produksi barang, tetapi juga menawarkan investasi di bidang perdagangan dan jasa
Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menawarkan 19 peluang pengembangan aset Pemerintah Kota Semarang dan badan usaha milik daerah (BUMD) kepada dunia usaha dalam Semarang Business Forum (Sembiz) 2026.
"Investasi di Kota Semarang tidak hanya pembangunan pabrik, tidak hanya pembangunan berbagai macam titik-titik untuk produksi barang, tetapi juga menawarkan investasi di bidang perdagangan dan jasa," katanya di Semarang, Rabu.
Dari jumlah tersebut, delapan peluang di antaranya telah dilengkapi model keuangan dan pra-studi, sedangkan 11 lainnya masih berada pada tahap awal.
Wali Kota menjelaskan peluang investasi tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari logistik dan distribusi, penyimpanan pangan, ekonomi digital, hingga pariwisata dan rekreasi.
Melalui penawaran itu, ia ingin mempertemukan aset yang tersedia dengan modal, teknologi, keahlian, dan jaringan pasar yang dimiliki investor.
"Kami ingin mempertemukan aset yang tersedia dengan keahlian teknologi, modal, dan jaringan pasar yang dimiliki oleh dunia usaha," katanya.
Sejumlah proyek yang ditawarkan, antara lain Urban Consolidation Center (UCC) Terboyo di Kecamatan Genuk dengan indikasi investasi Rp60-70 miliar, fasilitas "cold storage" di Bangetayu sekitar Rp52 miliar, serta pengembangan pusat data di Tambakharjo senilai Rp101 miliar.
Di sektor pariwisata dan rekreasi, peluang pengembangan juga mencakup Semarang Zoo, Taman Lele, Taman Lalu Lintas, serta kawasan HOS Cokroaminoto atau Gajah Mada.
Ia menjelaskan arah investasi di Kota Semarang disesuaikan dengan karakter wilayah yang berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa.
Posisi Kota Semarang di jalur Pantura dan Tol Trans-Jawa, ditambah keberadaan Pelabuhan Tanjung Emas, Bandara Ahmad Yani, dan Stasiun Tawang, menjadi bagian dari jaringan konektivitas yang mendukung pergerakan barang, distribusi produk, serta perluasan pasar.
Menurut dia, Kota Semarang memiliki karakter investasi yang berbeda dari sejumlah daerah di sekitarnya yang berkembang sebagai pusat industri manufaktur.
Karena itu, peluang usaha juga diarahkan pada perdagangan, jasa, pariwisata, dan sektor lain yang memanfaatkan keunggulan kota.
Dari sisi ekonomi, produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Semarang tercatat mencapai Rp280,05 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,49 persen.
Sementara itu, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp11,15 triliun, melampaui target Rp11 triliun, dengan penyerapan sekitar 59.600 tenaga kerja.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026