Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai memperbaiki tiga unit eskalator Skybridge Bojonggede, yang tidak beroperasi selama empat bulan terakhir akibat kerusakan sejumlah komponen.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Bayu Ramawanto di Bojonggede, Rabu, mengatakan perbaikan tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026 agar fasilitas penghubung menuju Stasiun Bojonggede itu kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan pengguna, khususnya pengguna eskalator Skybridge Bojonggede sejak kurang lebih empat bulan terakhir," kata Bayu.
Perbaikan fasilitas tersebut menjadi penting mengingat Stasiun Bojonggede merupakan salah satu stasiun tersibuk di wilayah Bogor, dengan jumlah pengguna KRL sekitar 50.000 penumpang per hari.
Skybridge Bojonggede menjadi fasilitas penghubung antara stasiun KRL dengan Terminal Bojonggede untuk memudahkan perpindahan moda transportasi masyarakat.
Bayu menjelaskan penghentian operasional eskalator dilakukan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan akibat kerusakan komponen yang dapat membahayakan keselamatan pengguna.
Menurut dia, pemerintah daerah tidak ingin memaksakan pengoperasian eskalator sebelum seluruh komponen dipastikan aman dan berfungsi secara normal.
Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp800 juta melalui APBD Perubahan 2026 untuk memperbaiki sejumlah fasilitas Skybridge Bojonggede.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp400 juta diperuntukkan bagi perbaikan tiga unit eskalator, sedangkan sisanya digunakan untuk memperbaiki tangga manual, atap, sambungan jembatan, dan fasilitas penerangan.
Bayu mengakui anggaran pemeliharaan yang sebelumnya tersedia tidak mencukupi untuk menangani seluruh kerusakan sehingga pemerintah daerah mengajukan penambahan anggaran.
"Pada tahun ini kami sudah melakukan antisipasi dengan menggunakan anggaran pemeliharaan dari APBD, hanya setelah dihitung ternyata tidak mencukupi. Akhirnya kami mengajukan penambahan dalam anggaran perubahan," ujarnya.
Ia memastikan pengerjaan perbaikan mulai dilakukan pekan ini dengan melibatkan teknisi untuk menangani sejumlah komponen yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, teknisi senior perbaikan Skybridge Bojonggede Gatot Digdiya Sulaksono mengatakan pembongkaran eskalator mulai dilakukan pada Rabu sore untuk mengevaluasi kerusakan sekaligus mengganti komponen yang telah tersedia.
Menurut dia, hasil pemeriksaan awal menemukan kerusakan pada bantalan motor atau bearing, pegangan eskalator (handrail), serta sejumlah komponen penggerak lainnya.
Kerusakan tersebut berpotensi membahayakan pengguna apabila eskalator tetap dioperasikan, terutama ketika menanggung beban penumpang dalam jumlah besar.
"Kalau kita jalankan, bearing-nya sudah bermasalah. Bahayanya putaran motor terganggu dan dikhawatirkan eskalator bisa melorot ketika menanggung beban puncak," kata Gatot.
Ia menyebutkan sejumlah bagian eskalator juga mengalami kerusakan berupa pecahan yang berpotensi menyebabkan kaki pengguna terjepit.
Gatot memperkirakan perbaikan setiap unit eskalator membutuhkan waktu lebih dari satu pekan, bergantung pada tingkat kerusakan dan ketersediaan suku cadang yang sebagian masih harus dipesan.
"Target kami diselesaikan pada pertengahan Desember," ujarnya.
Ia menambahkan seluruh eskalator harus menjalani pemeriksaan dan pengujian kelayakan sebelum kembali dioperasikan untuk memastikan keamanan pengguna.
Selain itu, pemeliharaan secara berkala diperlukan guna mencegah kerusakan serupa kembali terjadi dan menjaga keberlangsungan pelayanan fasilitas publik tersebut.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026