Pengembangan teknologi mutakhir penting dilakukan agar petambak dapat mengenali kondisi udang dan lingkungan tambak
Bandung (ANTARA) - Pusat Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran bersama UNSW Business School Australia meracik platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bertajuk SMARTAMBAK guna memangkas risiko gagal panen petambak udang di Indonesia.
Berdasarkan keterangan Unpad, platform SMARTAMBAK dirancang khusus untuk mendeteksi secara dini potensi indikasi penyakit udang serta memantau parameter kualitas air dan ekosistem tambak secara real-time, sehingga memudahkan petambak dalam mengantisipasi kerugian produksi secara presisi.
"Pengembangan teknologi mutakhir penting dilakukan agar petambak dapat mengenali kondisi udang dan lingkungan tambak," ujar Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad Alexander M A Khan dalam keterangan di Bandung, Kamis.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad, Hamzah Ritchi, menjelaskan bahwa platform SMARTAMBAK sengaja didesain praktis agar mudah dioperasikan secara langsung oleh para petambak di lapangan tanpa kendala teknis yang rumit, guna menopang efektivitas pengelolaan budidaya harian.
Selain menaikkan angka produktivitas panen, alih teknologi ini dipadukan dengan pengelolaan tambak ramah lingkungan guna menanggulangi persoalan pencemaran air dan kerusakan ekosistem pesisir.
Pendekatan tata kelola budi daya terukur tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Manajer Proyek SMARTAMBAK, Rora Puspita Sari, menambahkan bahwa aplikasi ini dibangun menggunakan pendekatan inklusif agar dapat menjangkau kawasan pertambakan di berbagai pelosok wilayah Indonesia.
Rora mengatakan, kolaborasi lintas sektor antara peneliti Indonesia-Australia, pemerintah, dan pelaku usaha ini diharapkan mampu mempercepat hilirisasi riset kampus menjadi solusi riil yang menjamin keberlanjutan sektor perikanan budidaya nasional.
Diketahui, inovasi teknologi digital terapan yang difasilitasi oleh KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia) tersebut, dievaluasi secara komprehensif melalui forum From Research to Innovation: Meet SMARTAMBAK di Hotel Kimaya Braga, Bandung, pada tanggal 20 Oktober 2026.
Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bappenas Mohamad Rahmat Mulianda hadir langsung memimpin diskusi bersama perwakilan Kedutaan Besar Australia, akademisi, pemerintah, serta pelaku industri perikanan budi daya.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026