Bandung (ANTARA) - Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono menyerap aspirasi petani sekaligus menyerahkan bantuan traktor kepada kelompok tani saat menghadiri panen raya di Desa Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Mardiono dalam keterangannya di Bandung, Senin, mengatakan dialog langsung dengan petani diperlukan untuk mengetahui kebutuhan, persoalan, dan kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan kegiatan pertanian.
“Senang saya dapat berjumpa langsung dengan para pelaku di lapangan, di sawah-sawah. Tadi sudah disampaikan pesan-pesan yang saya catat, baik dari kelompok tani maupun para petani,” ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menampung persoalan yang dihadapi petani, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar berbagai hambatan di lapangan dapat diketahui secara langsung.
“Bapak Presiden menginginkan apa yang menjadi kesulitan dan hambatan, termasuk suara-suara yang disuarakan petani, bisa langsung didengar Bapak Presiden,” katanya.
Selain menyerap aspirasi, Mardiono menyerahkan bantuan traktor kepada kelompok tani untuk mendukung kegiatan pertanian dan meningkatkan produktivitas petani.
Ia menambahkan pemerintah perlu memastikan program ketahanan pangan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat agar kebijakan yang dijalankan sejalan dengan kebutuhan dan kondisi yang dihadapi petani di lapangan.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan masyarakat juga penting di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial yang dapat menjadi sarana penyampaian informasi positif sekaligus ruang penyebaran berita bohong.
Data Pemerintah Kabupaten Bandung menunjukkan sektor pertanian daerah tersebut tidak hanya ditopang komoditas padi, tetapi juga jagung, ubi jalar, ubi kayu, serta berbagai komoditas hortikultura seperti kentang, tomat, cabai, dan bawang merah.
Pada 2024, produksi jagung tercatat 90.390 ton, ubi jalar 54.189 ton, dan ubi kayu 82.858 ton, sementara Pemerintah Kabupaten Bandung memperkirakan produksi padi pada 2026 mencapai 480.000 hingga 520.000 ton gabah kering giling dengan luas tanam sekitar 60.000 hektare.
Melalui penyerapan aspirasi petani dan dukungan sarana pertanian, pemerintah diharapkan dapat memperkuat produktivitas serta menjaga ketersediaan pangan daerah dan nasional.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026