Kontribusi industri pengolahan pada PDB diharapkan lampaui 20 persen

Kontribusi industri pengolahan pada PDB diharapkan lampaui 20 persen

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan kontribusi industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) ke depannya diharapkan ...

(Antara) 13/10/26 18:18 137382

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan kontribusi industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) ke depannya diharapkan dapat melampaui 20 persen.

"Ke depan kita ingin kontribusi industri pengolahan terhadap PDB melampaui 20 persen," ujar Faisol dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi, dan Lingkungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tahun 2026 di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, hal tersebut merupakan mandat dan arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

"Ini sebagai mandat dan arahan Bapak Presiden. Kita memiliki modal kuat karena pasar domestik dengan 287,2 juta jiwa dengan menggerakkan konsumsi rumah tangga sekitar Rp12,83 triliun bisa menjadi kontribusi terbesar untuk bisa meningkatkan perekonomian, sekaligus meningkatkan produktivitas industri pengolahan," katanya.

Faisol menambahkan walaupun utilisasi industri pengolahan masih di bawah 70 persen, masih terdapat ruang yang sangat besar.

"Saya perlu sampaikan bahwa sedikit mengenai industri manufaktur (pengolahan) yang terus positif karena dalam catatan yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa triwulan II 2026 ​tumbuh 5,32 persen dengan menyumbang Rp1.102,88 triliun terhadap PDB, yang merupakan realisasi investasi di dalamnya sekitar 38,98 persen," katanya.

​Sementara itu, untuk capaian ekspornya, lanjutnya, dari total ekspor nasional maka industri pengolahan nonmigas menyumbang sebesar 82,40 persen.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,29 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026 terutama ditopang oleh industri manufaktur atau pengolahan dari sisi lapangan usaha, serta konsumsi rumah tangga dari sisi pengeluaran.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud sebelumnya menyampaikan bahwa besaran produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp6.552,1 triliun dan atas harga konstan (ADHK) Rp3.576,2 triliun.

Lebih rinci, dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan atau manufaktur menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 0,90 persen, didukung pertumbuhan sektor tersebut sebesar 4,52 persen (yoy) dan pangsa atau kontribusi terhadap PDB sebesar 18,50 persen.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha perdagangan dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,83 persen, konstruksi dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,62 persen, serta informasi dan komunikasi (infokom) dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,48 persen.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

#kemenperin #kontribusi #industri-pengolahan #pdb

https://www.antaranews.com/berita/5783889/kontribusi-industri-pengolahan-pada-pdb-diharapkan-lampaui-20-persen