Mentranstindak lanjuti empat rekomendasi TUM kembangkan Rempang

Mentranstindak lanjuti empat rekomendasi TUM kembangkan Rempang

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan akan menindaklanjuti empat rekomendasi hasil kajian Technical University of ...

(Antara) 11/10/26 12:45 90720

Batam (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan akan menindaklanjuti empat rekomendasi hasil kajian Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama Universitas Diponegoro (Undip) untuk mengembangkan kawasan transmigrasi Rempang Eco-City di Batam, Kepulauan Riau.

Iftitah menjelaskan rekomendasi tersebut mencakup pengelolaan lahan dan agroforestri, penanganan persoalan lingkungan, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan ekonomi melalui pariwisata bahari.

"Yang pertama, kami akan jalankan empat-empatnya," kata Iftitah di Tanjung Banon, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, dikonfirmasi Minggu.

Ia mengatakan hasil kajian tersebut telah dibahas bersama jajaran Kementerian Transmigrasi agar dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat dan memperkuat kemandirian ekonomi kawasan.

"Dan tentu saja, setelah ini kita tidak berhenti hanya di ide, tapi kita sudah bicarakan juga dengan Pak Direktur Jenderal tadi untuk diimplementasikan," ujar Iftitah.

Dalam bidang pengelolaan lahan, tim TUM mengusulkan pengembangan agroforestri melalui pemanfaatan lahan secara bersama untuk kegiatan pertanian, penanaman pepohonan, serta budidaya lainnya.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan usaha bagi warga sekaligus menjaga kondisi lingkungan.

Rekomendasi berikutnya berfokus pada penanganan erosi dan pengelolaan air.

Tim peneliti mengusulkan penghijauan lereng, pembangunan sarana penampungan air hujan, serta perbaikan pengelolaan sampah dan limbah di kawasan permukiman.

Untuk penguatan kapasitas masyarakat, TUM mengusulkan pembentukan pusat kegiatan dan pelatihan keterampilan atau skill hub.

Fasilitas tersebut dirancang sebagai tempat belajar bahasa Inggris, pengolahan pangan, pengembangan keterampilan usaha, dan kegiatan bersama warga.

Sementara itu, rekomendasi pengembangan ekonomi diarahkan pada ekowisata dan pariwisata bahari dengan memanfaatkan potensi mangrove atau bakau, kegiatan nelayan, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta budaya lokal sebagai daya tarik wisata.

Iftitah mengatakan sejumlah kegiatan yang sejalan dengan rekomendasi tersebut telah berjalan sebelum hasil kajian dipaparkan.

Salah satunya pembangunan menara gardu pandang di Tanjung Banon yang diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan dan membuka peluang usaha masyarakat.

"Nah, kita sedang bangun menara gardu pandang," ujarnya.

Menurut Mentrans, kedatangan pengunjung nantinya berpotensi menciptakan kegiatan ekonomi baru, termasuk usaha makanan, minuman, dan layanan penunjang wisata. Pemerintah juga menaruh perhatian pada penghijauan kawasan dan pemanfaatan air hujan untuk menjawab persoalan lingkungan setempat.

Peneliti Technical University of Munich (TUM) Prof. Walter Timo de Vries memberikan keterangan kepada wartawan seusai Festival Transmigrasi 2026 di Tanjung Banon, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (10/10/2026). (ANTARA/Aria Ananda

Dalam kesempatan yang sama, peneliti dari TUM Prof. Walter Timo de Vries menjelaskan rekomendasi tersebut disusun berdasarkan pengamatan lapangan dan diskusi dengan warga selama sekitar satu minggu melalui program Summer Course Barelang 2026.

Kegiatan yang melibatkan 20 mahasiswa dan tiga staf TUM itu menghasilkan sejumlah gagasan yang disampaikan oleh empat kelompok kajian, masing-masing mengenai pariwisata, lingkungan, pertanahan dan agroforestri, serta pengembangan komunitas.

Walter menilai pengembangan kawasan tidak cukup hanya melalui penyediaan infrastruktur, tetapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat agar potensi ekonomi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Jadi yang kita lihat itu komunitas juga aset di sini, bukan hanya untuk menerima sesuatu, tapi juga untuk membuat sesuatu," ucap Walter.

Ia juga menyoroti perlunya pengintegrasian informasi geospasial karena data dan peta yang dibutuhkan untuk perencanaan kawasan masih tersebar di sejumlah instansi.

Menurut Walter, penggabungan informasi tersebut dapat membantu pemerintah menentukan pemanfaatan lahan, mengidentifikasi persoalan lingkungan, dan menyusun langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menyatakan pemerintah daerah akan memberikan perhatian terhadap rekomendasi hasil kajian tersebut bersama kementerian dan lembaga terkait.

"Empat rekomendasi yang tadi disampaikan akan menjadi atensi serius," ungkap Amsakar.

Ia menjelaskan sejumlah kegiatan yang sejalan dengan rekomendasi itu telah berjalan, antara lain penghijauan kawasan dan pemberdayaan ekonomi warga.

Adapun usulan lainnya masih dalam tahap persiapan dan koordinasi lintas instansi sebelum dapat dilaksanakan.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

#kementerian-transmigrasi #rempang-eco-city #technical-university-of-munich #pengembangan-kawasan-transmigrasi #pariwisata-bahari

https://www.antaranews.com/berita/5780649/mentranstindak-lanjuti-empat-rekomendasi-tum-kembangkan-rempang