AirNav Indonesia perkuat koordinasi pelayanan navigasi dengan Malaysia
AirNav Indonesia memperkuat koordinasi pelayanan navigasi penerbangan dengan Malaysia melalui pembahasan pertukaran data penerbangan, penyelarasan prosedur ...
(Antara) 23/10/26 16:27 930569
Jakarta (ANTARA) - AirNav Indonesia memperkuat koordinasi pelayanan navigasi penerbangan dengan Malaysia melalui pembahasan pertukaran data penerbangan, penyelarasan prosedur operasional, serta rencana penataan ruang udara dan pengembangan rute langsung.
Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno mengatakan, koordinasi antarpusat pengendalian menjadi bagian penting dalam pelayanan penerbangan yang berpindah dari wilayah pelayanan satu negara ke negara lainnya, karena pemandu lalu lintas udara kedua negara membutuhkan pertukaran data dan prosedur koordinasi yang selaras.
“Pembahasan bersama ini diarahkan untuk memastikan proses koordinasi berjalan dengan baik dan mendukung kesinambungan pelayanan penerbangan,” ujar Avirianto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan ke-13 Air Navigation Services Consultative Committee (ACC/13) Indonesia–Malaysia.
Pertemuan ACC/13 merupakan forum bilateral Indonesia–Malaysia yang membahas pengelolaan ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan. Dalam forum tersebut, AirNav terlibat dalam pembahasan teknis dan operasional sebagai penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan Indonesia.
Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan, salah satu progres yang dibahas dalam forum tersebut adalah uji teknis Air Traffic Services Interfacility Data Communication (AIDC). Ini adalah sistem pertukaran data penerbangan antarpusat pengendalian antara Ujung Pandang dan Kota Kinabalu.
“Hasil uji mencatat tingkat keberhasilan pengiriman pesan sebesar 100 persen dari Ujung Pandang ke Kota Kinabalu dan 97 persen pada arah sebaliknya. Hasil itu menjadi dasar pembahasan lanjutan mengenai parameter teknis dan persiapan uji operasional. Implementasi penuh ditargetkan pada Februari 2027, bergantung pada kesepakatan kedua pihak,” katanya.
Pada aspek pengelolaan ruang udara, ujarnya, kedua negara menyepakati usulan penataan ruang udara di wilayah Balikpapan–Tarakan dengan target implementasi 21 Januari 2027. Persiapan penerapannya mencakup penyusunan pengaturan koordinasi dan pelayanan antar pihak terkait.
Selain itu, forum juga membahas perubahan rute A576 dan N563 yang akan diajukan kepada International Civil Aviation Organization (ICAO), serta pengembangan rute langsung yang masih memerlukan koordinasi teknis dan persetujuan lebih lanjut.
Pembahasan operasional lainnya mencakup peningkatan prosedur koordinasi antar wilayah pelayanan di perbatasan, termasuk Tarakan–Tawau, serta penyelarasan publikasi informasi penerbangan. Peningkatan prosedur tersebut diarahkan untuk mengurangi potensi hazard dalam proses koordinasi dan peralihan pelayanan penerbangan antar kedua negara.
Kemudian pada aspek keselamatan, kedua negara menyepakati penguatan koordinasi melalui penunjukan penghubung keselamatan pada masing-masing wilayah informasi penerbangan serta rekonsiliasi data kejadian di batas wilayah pelayanan.
"Pencocokan data kedua pihak menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut perbaikan pada lokasi prioritas," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia Capt. Nurcahyo Utomo mengatakan Indonesia dan Malaysia juga menyepakati pengembangan kerangka kontingensi pelayanan lalu lintas penerbangan, yaitu pengaturan untuk menjaga kesinambungan pelayanan ketika terjadi gangguan, termasuk akibat keadaan kahar.
Sebagai tindak lanjut, katanya, kedua pihak merencanakan latihan bersama berbasis skenario pada 2027 sebelum pertemuan ACC berikutnya.
“Tindak lanjut pertemuan ini harus menjawab kebutuhan operasional. AirNav akan terus berkoordinasi dengan pihak Malaysia untuk menyiapkan penerapan hasil pembahasan sesuai persyaratan teknis dan keselamatan,” kata Nurcahyo.
Menurut dia, kerja sama peningkatan kapasitas personel turut menjadi perhatian melalui kesepakatan untuk melanjutkan dan meningkatkan program pertukaran personel operasional antara AirNav Indonesia dan Civil Aviation Authority of Malaysia (CAAM).
"Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman terhadap praktik pelayanan masing-masing pihak," ujarnya.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026