Batam (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sebanyak 10 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menggunakan gas bumi untuk mendukung operasional memasak dapur.
Area Head PGN Batam Wendi Purwanto mengatakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Batam
“Sudah berjalan. Data terakhir ada 10 SPPG atau dapur MBG yang menggunakan gas bumi di beberapa wilayah,” kata Wendi saat dikonfirmasi di Batam, Senin.
Sepuluh dapur tersebut meliputi Yayasan Mandiri Riau di Sei Panas dan STC Mall, Yayasan Rosa di Anggrek Mas, SPPG Cipta Asri, SPPG Tanjung Uncang, dapur MBG Nongsa, dapur MBG Bengkong, SPPG Cipta Land, SPPG Golden Prawn, serta SPPG Batu Aji.
Berdasarkan data tersebut, dapur yang menggunakan gas bumi tersebar di Kecamatan Batu Aji, Nongsa, Bengkong, Sekupang, Sagulung, dan Batam Kota.
Wendi mengakui jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan data sebelumnya dimana terdapat 12 dapur pada bulan Januari 2026. Namun, ia tidak merinci penyebab penurunan jumlah dapur yang menggunakan gas bumi.
Selain itu, ia menjelaskan pelanggan dari sektor dapur MBG masuk dalam kategori komersial, bukan rumah tangga.
“Penggunaan gas pada sektor tersebut termasuk dalam kelompok pelanggan setara Bronze 1, dengan rentang pemakaian 1.001 hingga 10.000 meter kubik,” kata dia.
Menurut Wendi, PGN membuka peluang bagi dapur MBG untuk menggunakan gas bumi melalui penawaran langsung dari perusahaan maupun permintaan dari pengelola dapur.
Selain melalui jaringan pipa, PGN juga memiliki alternatif penyaluran gas menggunakan tabung melalui layanan C-Cyl atau Gaslink Cylinder, yang menyalurkan gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG).
“Kalau pakai C-Cyl bisa dimana saja dapurnya karena tidak harus melalui jaringan pipa,” katanya menjelaskan.
Skema tersebut memungkinkan pasokan gas menjangkau lokasi usaha yang belum terhubung dengan jaringan pipa gas bumi.
Wendi mengatakan PGN Batam terus menawarkan penggunaan gas bumi kepada pengelola SPPG dengan mempertimbangkan efisiensi operasional.
“Kami selalu membuat penawaran terkait efisiensi menggunakan gas bumi. Kalau ada dapur MBG yang membutuhkan, kami akan melayani,” ujarnya.
PGN Batam juga mengatakan pihaknya terbuka untuk melayani dapur MBG lain yang berminat menggunakan gas bumi, baik melalui jaringan pipa maupun skema penyaluran yang sesuai dengan kebutuhan dan lokasi pelanggan.
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026