Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mendorong generasi muda mengembangkan kewirausahaan melalui pengembangan model bisnis, pelatihan kewirausahaan dan inovasi digital, serta penguatan kepemimpinan guna memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional.
"Anak muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadilah generasi yang mampu berkarya, membawa kemajuan, dan membanggakan bangsa," ujar Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman dalam Forum Kewirausahaan Syariah Muda pada rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, dikutip dari keterangan pres di Jakarta, Sabtu.
Aida menjelaskan pengembangan kewirausahaan muda semakin didukung pertumbuhan ekosistem digital Indonesia, dengan jumlah pengguna internet mencapai 235,3 juta orang atau 81,7 persen dari populasi.
Sementara itu, nilai transaksi bruto (gross merchandise value/GMV) ekonomi digital mencapai sekitar 100 miliar dolar AS, dengan perdagangan elektronik (e-commerce) sebagai kontributor terbesar senilai 71 miliar dolar AS.
Pemanfaatan sistem pembayaran digital juga terus meluas, tercermin dari penggunaan QRIS yang telah menjangkau 47,11 juta pedagang dan 69,32 juta pengguna hingga Agustus 2026.
Untuk mendukung pengembangan usaha generasi muda, BI menjalankan tiga strategi utama, yakni penguatan model bisnis dan pembiayaan, pelatihan kewirausahaan serta inovasi digital, dan pengembangan kepemimpinan.
Implementasinya mencakup pengembangan usaha pertanian melalui Eptilu di Garut, pelatihan kewirausahaan kopi melalui Cangkir Barista, serta inovasi produk wastra melalui Citra Nusa.
BI juga mengembangkan inovasi digital melalui program PIDI–DIGDAYA x Hackathon dan penguatan kepemimpinan melalui program beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) yang telah menjangkau 175 perguruan tinggi.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Fery Juliantono melalui sambutan yang dibacakan Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destri Anna Sari mendorong generasi muda tidak hanya menjadi konsumen produk halal, tetapi juga produsen dan pelaku usaha yang menciptakan lapangan kerja.
"Forum ini diharapkan dapat melahirkan kolaborasi nyata antara generasi muda, koperasi, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, masjid dan pemerintah," ujar Destri.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026