Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjajaki kerja sama strategis dengan Asia Pacific Institute for Events Management (APIEM) United Kingdom (UK), guna meningkatkan kualitas dan standar industri penyelenggara acara (event) di Lombok.
Pertemuan yang berlangsung di kantor Gubernur Pemprov NTB, Kamis, dihadiri langsung oleh Presiden APIEM UK Profesor David Hind, Direktur Mandalika Internasional Festival (MIF) Sirajuddin, dan diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair bersama Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia.
Presiden APIEM UK, David Hind menyatakan rasa hormatnya karena dapat berdiskusi secara langsung dengan jajaran Pemprov NTB untuk memperkenalkan peran serta misi lembaganya.
“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk hadir di kantor pemerintah Nusa Tenggara Barat yang luar biasa ini dan berbagi dengan Sekretaris Daerah mengenai Asia Pacific Institute for Events Management. Hari ini adalah pertemuan pengenalan untuk menjelaskan tentang APIEM serta membuka pintu bagi kolaborasi dan kemitraan masa depan antara organisasi kita masing-masing,” katanya.
David Hind menjelaskan bahwa APIEM berkomitmen untuk membantu menyelaraskan pengelolaan event di Nusa Tenggara Barat dengan standar internasional bersama para pelaku industri event, serta lembaga pendidikan di daerah.
Ia menekankan pentingnya membangun fondasi standar internasional yang kuat dalam setiap penyelenggaraan kegiatan di NTB.
“Misi kami adalah berkontribusi pada profesionalisasi industri event di seluruh Asia Pasifik, dan kami sangat senang dapat bekerja sama dengan pemerintah, industri event, serta para pendidik event agar standar internasional dalam pengelolaan event dapat tertanam kuat dalam DNA industri event di Lombok,” katanya.
Guna mendukung program kerja Gubernur NTB, APIEM menawarkan dukungan berupa sertifikasi profesional berstandar Inggris (UK) bagi para praktisi event lokal.
Sertifikasi ini dinilai sangat vital untuk memberikan jaminan kualitas dan profesionalisme pengelola acara di mata dunia.
Menurut David Hind, keahlian dan pengalaman bertahun-tahun yang dimiliki para praktisi lokal perlu dilengkapi dengan pengakuan standar internasional.
“Banyak praktisi event yang memiliki pengalaman, mungkin 2 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun pengalaman. Namun, apakah mereka tahu cara mengelola event sesuai standar internasional? Hal tersebut sangat penting jika Anda ingin menarik event internasional berskala besar ke Lombok,” tuturnya.
Keberadaan akreditasi internasional ini diharapkan tidak hanya mendukung ajang yang sudah ada seperti MotoGP, tetapi juga membuka peluang besar bagi hadirnya berbagai festival seni, konser musik, dan kegiatan budaya berskala global di Lombok. Kualifikasi teruji dari tim pengelola lokal akan menjadi magnet utama bagi para investor dan klien internasional.
David menambahkan bahwa kesiapan para profesional yang tersertifikasi akan meningkatkan kepercayaan penyelenggara acara dunia untuk memilih NTB.
“Klien internasional akan sangat tertarik untuk mengetahui apa sertifikasi dari para profesional event yang akan menyelenggarakan event mereka. Jadi, itulah yang ingin kami bagikan untuk membantu membangun pemahaman tentang standar internasional, lalu menyediakan akreditasi dari Inggris bagi para profesional event tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda NTB, Abul Chair menyambut positif inisiatif kemitraan yang ditawarkan oleh APIEM UK.
Ditekankannya, Pemprov NTB memandang kerja sama ini sebagai sarana penting untuk mendidik dan melatih SDM lokal agar mampu mempromosikan serta memasarkan potensi NTB secara tepat di panggung internasional.
Sekda menggarisbawahi bahwa kekayaan potensi pariwisata daerah harus diimbangi dengan strategi pemasaran yang mumpuni dan berstandar global.
“NTB ini dengan potensi yang luar biasa harus terpasarkan dengan baik dan kita butuh mitra-mitra yang seperti ini mampu mendidik kita bagaimana cara memasarkan NTB secara benar,” tegasnya.
Selain itu, dia memaparkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan event berstandar internasional akan membawa dampak ekonomi berganda yang luas, mulai dari pergerakan UMKM, peningkatan okupansi hotel, hingga dukungan terhadap program prioritas Pemprov NTB dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Mengenai pengembangan kompetensi SDM event, Abul Chair menegaskan bahwa sertifikasi kini telah menjadi kebutuhan mutlak di dunia profesional.
“Sertifikat itu adalah standar minimal orang bisa mengelola. Sekarang itu bukan lagi gelar-gelar sekolah, tapi sertifikat certified,” katanya.
Ia menambahkan bahwa standardisasi ini akan terus didorong demi memajukan sektor pariwisata daerah.
“Ke depan, tentu pelaku-pelaku usaha, pelaku-pelaku pariwisata dan lain sebagainya memang mutlak perlu sertifikasi,” pungkas Sekda.
Pewarta: Agus Setiawan, Ahmad Khaerul Arham
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026