Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam X mengatakan koperasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
"Selain itu memperkuat kemandirian masyarakat, serta melingkarkan kesejahteraan para anggotanya," kata Wagub DIY saat membuka sidang ke-32 ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC) dan Sidang ke-27 ASEAN Sectoral Working Group on Agricultural Cooperatives (ASWGAC) di Yogyakarta, Senin.
Oleh karena itu, kata Wagub, forum internasional di Yogyakarta tersebut menjadi forum strategis bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan koperasi pertanian melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik yang baik.
"Forum ini juga menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi berbagai penggunaan kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat kemitraan,serta mendorong daya saing produk koperasi di kawasan Asia Tenggara," katanya.
Pejabat Senior Divisi Pangan Pertanian Dan Kehutanan Departemen Masyarakat Ekonomi ASEAN, Dian Sukmajaya mengatakan salah satu aksi nyata dari forum regional untuk memperkuat peran koperasi dalam mendorong produktivitas di sektor pertanian dilakukan action visit.
"Program ini memberikan kesempatan bagi koperasi-koperasi dari negara anggota kawasan untuk melakukan kunjungan langsung ke koperasi yang dinilai berhasil dalam mengelola pertanian, perkebunan hingga peternakan," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, kata dia, diharapkan para delegasi dapat belajar dan mereplikasi contoh sukses koperasi untuk kemudian diimplementasikan di negaranya masing-masing.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Faridah Farichah mengatakan Indonesia yang menjadi tuan rumah dari kegiatan ini berkomitmen untuk memastikan seluruh upaya penguatan koperasi di sektor pangan dalam rangka mendukung swasembada pangan dapat diwujudkan melalui aksi-aksi nyata di lapangan.
"Perubahan iklim di dunia dan ASEAN semakin tidak menentu, hari ini kita merasakan sangat panas sekali efek dari El Nino dan tentu akan sangat berpengaruh pada ketersediaan pangan kita," kata Wamenkop Farida.
Wamenkop mengatakan komitmen swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah Indonesia perlu didukung oleh penguatan kelembagaan koperasi sebagai penggerak sektor riil, terutama pertanian.
Karena itu, para pelaku koperasi di kawasan ASEAN berkumpul untuk merumuskan langkah konkret agar koperasi dapat menjadi sektor terdepan dalam menjaga ketahanan pangan di masing-masing negara.
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026