Jakarta (ANTARA) - Pemerintah mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali menjadi pusat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan semikonduktor melalui penguatan kerja sama Indonesia–China.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian sekaligus Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Ali Murtopo Simbolon mengatakan KEK Kura-Kura Bali menjadi salah satu kawasan strategis untuk mengembangkan kolaborasi di bidang teknologi dan industri.
“Dalam situasi persaingan dan ketidakpastian global, Indonesia menawarkan ruang yang aman bagi pengembangan akademik dan kolaborasi industri. Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) dapat menjadi jembatan antara Tiongkok, kawasan Asia Tenggara, dan dunia,” ujar Ali dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Ia menegaskan kerja sama Indonesia-China ke depan perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan investasi, tetapi juga penguatan teknologi, riset, sumber daya manusia, dan kapasitas industri nasional.
Di KEK Kura-Kura Bali, TSEA telah menjalankan sejumlah program di bidang fisika dan neurosains serta menginisiasi forum semikonduktor bersama Tsinghua University.
Ke depan, kawasan tersebut dipersiapkan untuk menindaklanjuti program di bidang AI, riset dan pengembangan digital, serta ekonomi digital.
Pengembangan ekosistem teknologi itu juga didukung oleh kehadiran investor China di berbagai KEK di Indonesia.
Pada triwulan II-2026, sebanyak 97 dari total 481 badan usaha atau tenant di KEK merupakan perusahaan asal China.
Secara keseluruhan, Indonesia memiliki 25 KEK dengan luas sekitar 23.797,88 hektare.
Kawasan-kawasan tersebut telah mencatat investasi kumulatif sekitar 20,7 miliar dolar AS, melibatkan 481 badan usaha, dan menciptakan lebih dari 283 ribu lapangan kerja.
Untuk memperkuat kemitraan industri, pemerintah juga mendorong kerja sama melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP), yang menghubungkan potensi sumber daya dan pasar Indonesia dengan kapasitas investasi, teknologi, dan industri Tiongkok.
Melalui skema tersebut, kedua negara diharapkan dapat mengembangkan proyek industri yang lebih konkret dan terintegrasi, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Sementara itu, hingga semester I 2026, KEK Kura-Kura Bali mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp1,8 triliun dengan penyerapan 2.173 tenaga kerja.
Kawasan tersebut juga mencatat 131.657 kunjungan.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026