Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menawarkan peluang kerja sama investasi mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM), sektor kelautan, perikanan hingga pariwisata kepada Jepang.
Bobby mengatakan, Sumatera Utara terus berupaya meningkatkan kualitas SDM agar mampu memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja di Jepang.
"Kami berharap kerja sama pengembangan SDM ini bisa terus meningkat seiring kebutuhan dari Negara Jepang," ucap Bobby usai menerima Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru, di Kantor Gubernur Sumut, Jumat.
Selain itu, lanjut dia, upaya itu diharapkan bisa memperkuat kerja sama kedua negara, dan membuka peluang tenaga kerja asal Sumut dalam meningkatkan keterampilan dan pengalaman.
"Sumatera Utara terus mengembangkan potensi atau meningkatkan kemampuan pekerja kita, dan bagaimana langkah ini juga menjadi prioritas bagi Jepang,” ungkapnya.
Gubernur juga menyampaikan sektor kelautan, perikanan hingga pariwisata, khususnya di Kepulauan Nias diharapkan dapat dikembangkan melalui kerja sama kedua pihak.
Menurutnya, hasil produksi perikanan di Kepulauan Nias berpotensi memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri.
Salah satu komoditas sangat menjanjikan adalah lobster karena memiliki peminat cukup besar, baik pasar domestik maupun memenuhi kebutuhan ekspor.
"Jika memungkinkan, kita bisa berdiskusi langsung di lapangan untuk melihat bagaimana potensi di Nias. Program prioritas kami di Sumatera Utara salah satunya hasil laut, dan perikanan. Bagaimana ini bisa menjadi besar," jelas Bobby.
Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru mengapresiasi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution atas upaya pembangunan yang telah dilakukan di Sumut.
Pihaknya menyebutkan, sejumlah bidang menjadi perhatian Jepang di Sumatera Utara ini meliputi pengembangan SDM, lingkungan, sumber daya energi, serta teknologi pertanian.
Menurut Furugori, Sumut memiliki potensi besar untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor dengan pengalaman warga Indonesia bekerja di Jepang.
"Pengalaman bekerja di Jepang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan keterampilan, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah kembali ke Tanah Air," katanya.
Selain itu, lanjut dia, Jepang juga memiliki teknologi pengolahan limbah industri dan teknologi pertanian, sehingga berpotensi mendukung peningkatan produktivitas.
Furugori juga menyampaikan, dirinya akan segera mengakhiri masa tugas di Sumatera Utara dan kembali ke Jepang.
Dia berkomitmen meneruskan berbagai peluang kerja sama kepada pejabat yang menggantikannya, dan potensi investasi di Sumut menjadi bahan pembahasan dengan Kedutaan Jepang di Jakarta.
"Saya sudah merasakan nikmatnya di Sumatera Utara dengan kulinernya yang sangat enak. Saya mohon izin kembali ke Jepang. Selanjutnya penerus saya akan melanjutkan apa yang sudah kita bahas di sini,” ungkap Furugori.
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026