Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan konflik antara kelompok Houthi dengan Arab Saudi memperburuk logistik energi dunia, di tengah ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat.
“Ketegangan antara Iran, Amerika, Israel, dan sekarang masuk Houthi juga masuk ke Arab Saudi, ini akan semakin memperparah arus logistik dan ketahanan energi dunia,” ujar Bahlil dalam acara Rakernas Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) di Jakarta, Senin.
Bahlil yang juga merupakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan tidak ada satu orang pun yang dapat meramalkan kapan ketegangan geopolitik tersebut akan selesai.
Adapun langkah-langkah yang telah ia tempuh untuk menjamin ketersediaan pasokan energi bagi Indonesia, khususnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) adalah melakukan lobi dengan berbagai negara.
“Makanya, Menteri ESDM nggak bisa tidur terlalu panjang, karena lobi minyak di mana-mana. Lobi minyak di Afrika, untung saja kan orang Afrika itu kulitnya sama dengan saya,” tutur Bahlil berkelakar.
Secara terpisah, Bahlil menyampaikan bahwa prinsip Indonesia saat ini adalah mencari minyak dari mana pun sumbernya selama efisien dan tidak melanggar aturan.
Yang menjadi prioritas saat ini, tutur Bahlil, adalah ketahanan energi bagi Indonesia.
“Selama itu efisien untuk kebaikan negara, dan tidak melanggar aturan, maka itu akan menjadi prioritas negara,” ucap Bahlil.
Ketegangan di Timur Tengah mengalami eskalasi akibat meningkatnya pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, terutama di dekat Selat Bab Al-Mandab yang strategis.
Arab Saudi telah melakukan serangkaian serangan yang menargetkan Houthi sebagai bentuk dukungan terhadap pasukan pemerintah Yaman dalam pertempuran melawan Houthi yang didukung Iran.
Houthi pun melancarkan serangan ke bandara-bandara di Arab Saudi. Serangan ketiga kelompok Houthi dalam sepekan terhadap bandara internasional Riyadh menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya, menurut otoritas penerbangan sipil Arab Saudi.
Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan pada Minggu (11/10) bahwa Kerajaan tetap berkomitmen memastikan pasokan energi tidak terputus dalam segala situasi.
Ia menegaskan bahwa Arab Saudi “bagaikan burung phoenix; kami bangkit dari abu setiap saat, berulang kali, dan tidak ada yang dapat mematahkan tekad kami”.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026