Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menghadirkan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat sebagai upaya menjaga ... [505] url asal
Kita tahu kondisi ekonomi masyarakat saat ini, sehingga kita hadirkan bahan pokok dengan harga murah
Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menghadirkan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Bupati Natuna Cen Sui Lan, di Natuna, Sabtu, mengatakan kegiatan yang dipusatkan di Pantai Piwang, Kecamatan Bunguran Timur, Sabtu pagi tersebut menghadirkan beras, minyak goreng, gula, tepung, telur, bawang merah, bawang putih, wortel, hingga kentang.
Selisih harga komoditas yang dijual dengan di pasar diperkirakan Rp2.000 hingga Rp3.000. Pada kegiatan itu Pemkab Natuna berkolaborasi dengan Perum Bulog Cabang Natuna.
"Kita tahu kondisi ekonomi masyarakat saat ini, sehingga kita hadirkan bahan pokok dengan harga murah," ucapnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Natuna. Melalui program pasar murah, Pemkab Natuna mengerahkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) untuk menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, seperti telur, tepung terigu, dan gula pasir.
Sementara itu, melalui GPM, Pemkab Natuna melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) yang berkolaborasi dengan Perum Bulog Cabang Natuna untuk menyediakan berbagai bahan pangan, di antaranya bawang merah, bawang putih, wortel, kentang, beras, dan minyak goreng.
“Kegiatan seperti ini kami lakukan secara berkala di beberapa kecamatan sebagai upaya mendekatkan akses terhadap pangan murah bagi masyarakat,” katanya.
Masyarakat membeli minyak goreng pada kegiatan pasar murah dan GPM di Pantai Piwang, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (24/10/2026). ANTARA/Muhamad Nurman
Sementara itu, Kepala Disperindagkopum Kabupaten Natuna, Marwan Sjah Putra, mengatakan komoditas telur, tepung terigu, dan gula pasir mendapat subsidi dari pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Adapun beras dan minyak goreng merupakan komoditas yang mendapat subsidi melalui program pemerintah pusat, dengan Perum Bulog bertugas menyalurkannya kepada masyarakat.
"Kalau dari Disperindag ada gula sebanyak dua ton, tepung 1,5 ton dan telur sebanyak 500 papan. Semua itu kita jual dengan harga dibawah harga pasar. Contohnya gula 1 kg kita jual dengan harga 12 ribu, sementara tepung 1 kg kita jual dengan harga 10 ribu. Begitupun dengan telur satu papan kita jual dengan harga 45 ribu" ucap dia.
Pemerintah Kabupaten Natuna mencatat, hingga 2026, program pasar murah telah digelar lebih dari 17 kali.
Dari total 17 kecamatan di Natuna, hanya tersisa kurang dari enam kecamatan yang belum menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut. Kecamatan-kecamatan ini terpisah pulau dengan ibukota kabupaten.
"Yang belum kita laksanakan itu di Subi, Serasan, Serasan Timur, Midai, Seluan, dan Pulau Panjang," katanya.
Kepala DKPP Natuna, Wan Syazali, mengatakan pihaknya menyediakan bawang merah, wortel, dan kentang dengan harga terjangkau melalui pembelian langsung dari pedagang secara grosir, kemudian menjualnya kembali kepada masyarakat dengan harga eceran yang lebih rendah dibandingkan pasaran.
Ia menjelaskan, DKPP Natuna belum memiliki anggaran khusus untuk menyubsidi komoditas tersebut. Meski demikian, skema pembelian secara grosir memungkinkan pihaknya menawarkan bahan pangan dengan harga lebih murah kepada masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan hari ulang tahun ke-27 kabupaten dan sejalan dengan hari pangan sedunia," ucapnya.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil melaksanakan Gas-In Commissioning atau pengujian pipa bawah laut West Natuna Transportation System (WNTS. [370] url asal
Batam (ANTARA) - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil melaksanakan Gas-In Commissioning atau pengujian pipa bawah laut West Natuna Transportation System (WNTS) - Pemping Batam di Kepulauan Riau (Kepri) dengan aman dan lancar.
Plh Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan keberhasilan Gas-In Commissioning menjadi langkah penting dalam pelaksanaan tugas membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping.
“Keberhasilan Gas-In Commissioning ini menjadi tahap penting sebagai pelaksanaan penugasan Menteri ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) kepada PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping agar gas Natuna dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik, khususnya mendukung keandalan sistem kelistrikan Batam, Sumatra Bagian Tengah, dan Jawa Barat,” ujar Rakhmad dalam keterangan yang diterima di Batam, Rabu.
Ia mengatakan perusahaannya memastikan kesiapan pasokan energi primer dengan terus mengawal setiap tahapan proyek hingga gas dapat mengalir ke pembangkit PLN Batam di Tanjung Uncang.
Sebagai informasi, tahap gas-in commissioning memastikan agar tidak terdapat kebocoran di sepanjang pipa hingga fasilitas on-shore.
PLN EPI terus berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan kesiapan pasokan dan kebutuhan gas pembangkit berjalan selaras dengan penyelesaian infrastruktur.
Rakhmad menambahkan, tahap tersebut akan dilanjutkan dengan pengujian pengaliran gas dari Onshore Receiving Facility (ORF) menuju pembangkit PLN Batam setelah diperolehnya alokasi gas dari Pemerintah dan diselesaikannya dokumen komersial.
“Saat ini kami sedang mendiskusikan alokasi gas dengan Ditjen Migas dan SKK Migas serta menyelesaikan dokumen komersial, baik dengan pemasok hulu maupun pembeli, untuk selanjutnya dapat mengalirkan gas ke pembangkit,” kata Rakhmad.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan keberhasilan hot tapping, pembangunan, hingga Gas-In Commissioning pipa bawah laut bukan semata-mata pencapaian teknis, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam rangkaian masuknya gas Natuna melalui WNTS-Pemping ke Indonesia.
“Kami berharap seluruh rangkaian proyek dapat diselesaikan dengan aman, tepat waktu, dan sukses sehingga gas Natuna yang selama ini turut dialirkan ke Singapura dapat semakin dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri,” katanya.
Bagi PLN EPI, ujar Djoko, momentum itu menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok energi primer yang semakin andal, terintegrasi, dan berbasis pada optimalisasi sumber daya energi nasional guna mendukung ketahanan energi serta keandalan sistem kelistrikan Indonesia.