Tangerang, Banten (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya memastikan pendidikan dan pelatihan vokasi menghasilkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Adie Rochmanto Pandiangan menyampaikan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing industri nasional.
“Penguatan SDM industri tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga harus mampu membangun kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar. Melalui pelatihan yang tepat sasaran, kami ingin menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan memiliki peluang lebih luas untuk berkembang,” ujar Adie dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, transformasi industri menuntut tenaga kerja dengan keterampilan beragam. Perkembangan teknologi digital mengubah pola pemasaran, sementara kebutuhan tenaga terampil di bidang teknis dan jasa penunjang industri juga terus berkembang.
“Kami mendorong agar program pendidikan dan pelatihan vokasi industri tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi benar-benar menghasilkan kompetensi yang dapat diterapkan. Dengan demikian, peserta memiliki bekal untuk meningkatkan produktivitas, memperoleh pekerjaan, maupun menciptakan peluang usaha baru,” ungkapnya.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui sinergi Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dalam menyelenggarakan pelatihan pemasaran melalui media sosial dan teknisi AC residential.
Kepala BDI Denpasar Arga Mahendra menyampaikan, kedua program pelatihan tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
Pelatihan pemasaran melalui media sosial mencakup pemanfaatan platform digital untuk membangun merek, mempromosikan produk atau jasa, serta memperluas jangkauan pasar.
Sementara itu, pelatihan teknisi AC residential membekali peserta dengan keterampilan instalasi, perawatan, pemeriksaan, dan perbaikan pendingin ruangan sesuai prosedur dan standar keselamatan.
“Seluruh proses pembelajaran dan praktik selama pelatihan hendaknya dipersiapkan sebagai bagian dari pembentukan kompetensi yang akan diuji. Kami berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk benar-benar meningkatkan kemampuan, bukan sekadar berorientasi pada kelulusan,” kata Arga.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026