Kalau ada kendala, saya suka mendampingi para pengusaha untuk berkomunikasi dengan berbagai instansi, termasuk bertemu para menteri untuk membicarakan problem-problem yang ada
Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat realisasi penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp132 triliun sepanjang Januari-September 2026, atau setara 17,9 persen dari total investasi asing nasional pada periode tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan capaian tersebut perlu diiringi pembenahan berbagai faktor pendukung investasi, mulai dari percepatan perizinan hingga peningkatan konektivitas infrastruktur, agar investor dapat menjalankan usaha dengan lancar dan memperluas penyerapan tenaga kerja.
“Kalau ada kendala, saya suka mendampingi para pengusaha untuk berkomunikasi dengan berbagai instansi, termasuk bertemu para menteri untuk membicarakan problem-problem yang ada,” ujar Dedi di Bandung, Selasa.
Dedi mengatakan realisasi PMA tersebut memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu tujuan utama investor global di Indonesia, terutama untuk sektor industri dan manufaktur.
Ia mengatakan kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi. Dukungan jalan tol, jaringan listrik, telekomunikasi, pipa gas dan air bersih perlu dipastikan agar kegiatan industri dapat berjalan optimal.
“Investasi itu akan datang manakala jalan tolnya baik, listriknya terkoneksi, jaringan telekomunikasinya terkoneksi, jaringan pipa gasnya terkoneksi, jaringan air bersihnya terkoneksi,” katanya.
Selain infrastruktur, ia menekankan pentingnya proses perizinan yang cepat dan dukungan pemerintah daerah dalam menyelesaikan hambatan yang dihadapi pengusaha.
“Perizinan harus cepat, infrastruktur harus dibangun dengan baik,” ujar Dedi.
Menurut dia, kawasan industri di Bekasi dan Karawang serta pengembangan kawasan Rebana, termasuk Subang dan sekitarnya, menjadi bagian penting dari ekosistem manufaktur Jawa Barat.
Dedi menambahkan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi dan pertumbuhan pendapatan daerah.
“Kalau kita berinvestasi Rp500 miliar, tetapi menyerap 100.000 tenaga kerja, pajak, perputaran ekonomi, infrastruktur, kemudian kembali lagi menjadi pendapatan daerah, itu jauh lebih bermanfaat,” katanya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026