Nakhoda wajib berkoordinasi secara berkala dengan stasiun pandu serta tidak ragu untuk berlabuh jangkar di lokasi aman apabila visibilitas memburuk
Samarinda (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Samarinda memperkuat pengamatan dan keandalan navigasi pelayaran guna mengantisipasi risiko penurunan jarak pandang akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan di sepanjang alur Sungai Mahakam.
"Kami meningkatkan keandalan stasiun layanan lalu lintas kapal atau Vessel Traffic Service dan menginstruksikan seluruh nakhoda untuk mengoptimalkan pengamatan navigasi keliling secara intensif," kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Samarinda Yuliansyah di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat.
Penerbitan pemberitahuan keselamatan pelayaran (Notice to Mariners) dikeluarkan sebagai langkah merespons ancaman kabut asap pekat yang berpotensi mengganggu keselamatan alur pelayaran perairan.
KSOP Samarinda mewajibkan setiap awak kapal mengatur kecepatan aman dan memperketat jarak bebas konvoi antarkapal sepanjang satu kabel atau setara 185 meter.
"Nakhoda wajib berkoordinasi secara berkala dengan stasiun pandu serta tidak ragu untuk berlabuh jangkar di lokasi aman apabila visibilitas memburuk," ujar Yuliansyah.
Langkah pencegahan ini juga mengantisipasi pergerakan kapal-kapal kecil serta rintangan navigasi lain yang kerap tidak terlihat secara visual saat kabut asap meliputi alur perairan.
Selain dampak karhutla, pengawasan navigasi ekstra turut difokuskan pada kawasan padat lalu lintas perairan di sekitar lokasi proyek perbaikan Jembatan Mahakam Ulu, Samarinda.
"Penggunaan fasilitas pemanduan resmi sangat penting untuk menjamin manuver kapal melintas dengan selamat di bawah bentang jembatan," tutur Yuliansyah.
Petugas stasiun layanan lalu lintas kapal (VTS) Samarinda bersiagakan penuh memantau pergerakan radar dan sinyal sistem identifikasi otomatis selama 24 jam nonstop di sepanjang lintasan Sungai Mahakam.
KSOP Samarinda menegaskan bahwa hingga pertengahan Oktober 2026 belum ada laporan insiden kapal akibat keterbatasan jarak pandang di sepanjang alur perairan setempat.
"Kesadaran nakhoda dalam mematuhi maklumat keselamatan menjadi faktor utama yang menjaga kelancaran alur logistik dan transportasi air kita," ucap Yuliansyah.
Sinergi intensif terus dibangun bersama perusahaan pelayaran, keagenan kapal, dan asosiasi maritim demi memastikan prosedur keselamatan diterapkan di lapangan.
Upaya pengawasan terpadu ini juga diselaraskan dengan pemantauan kondisi cuaca harian guna memberikan petunjuk dini navigasi bagi seluruh pengguna jasa pelayaran.
"Komitmen kami adalah menghadirkan alur pelayaran Sungai Mahakam yang aman, tertib, dan bebas dari risiko kecelakaan," ujar Yuliansyah.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026