Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, Provinsi Aceh melalui Dinas Perikanan memverifikasi ulang terhadap data sebanyak 525 nelayan terdampak banjir guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Timur Syarifuddin di Aceh Timur, Sabtu, mengatakan awalnya data nelayan terdampak bencana mencapai 600 orang. Namun perbaikan data tercatat sebanyak 525 nelayan yang perlu diverifikasi kembali.
"Kami memverifikasi ulang sebanyak 525 nelayan terdampak bencana hidrometeorologi guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran," kata Syarifuddin
Menurut dia, verifikasi ulang tersebut dilakukan karena masih ditemukan banyak kekeliruan. Verifikasi ulang dilakukan bersama Panglima Laot, lembaga adat laut di Kabupaten Aceh Timur.
"Awalnya, ada sekitar 600 orang, tetapi setelah diverifikasi ulang karena banyak data yang salah, jumlahnya sementara menjadi 525 orang. Data ini masih belum final karena kembali diverifikasi," katanya.
Syarifuddin menyebutkan verifikasi tahap pertama meliputi administrasi di antaranya pemeriksaan kartu tanda penduduk (KTP) dan alamat nelayan calon penerima bantuan.
Pendataan tersebut, kata Syarifuddin, menjadi bagian dari tindak lanjut penanganan pascabanjir yang berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Dampak banjir terhadap sektor perikanan tidak hanya menyangkut kerusakan atau perahu dan alat tangkap nelayan, tetapi juga menyasar usaha perikanan lainnya yang menjadi sumber penghidupan masyarakat," kata Syarifuddin.
Sebelumnya, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan pihaknya memprioritaskan pemulihan sektor perikanan guna memulihkan sumber pendapatan masyarakat pascabencana hidrometeorologi.
"Pemulihan sektor perikanan menjadi prioritas pemerintah daerah karena banyak masyarakat menggantungkan mata pencaharian dari usaha tambak," katanya.
Bupati menyebutkan bencana banjir akhir November 2025 memberikan dampak sektor perikanan di antaranya perikanan tangkap, budi daya perikanan, kerusakan tambak, tanggul jebol, sedimentasi lumpur yang menghambat sirkulasi air, dan lainnya.
Pemulihan sektor perikanan, kata dia, mendapatkan dukungan dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI. Dukungan tersebut di antaranya bantuan 4,2 juta benur udang vaname yang ditebar di tambak seluas 120 hektare.
"Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa kembali berusaha. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan untuk pemulihan sektor perikanan di Aceh Timur dapat terus berlanjut," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026