Mendagri usul subsidi strategis guna kendalikan inflasi di akhir tahun
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengusulkan pemberian sejumlah subsidi strategis sebagai langkah menjaga inflasi tetap terkendali ...
(Antara) 26/10/26 16:10 1318020
Perlu ada semacam subsidi supaya jangan sampai (inflasi) Desember (2026) secara year on year itu naik ke angka 3,5 persen (atau) di atas 3,5 persen. Di antaranya adalah mungkin subsidi listrik, itu pernah kita lakukan, waktu itu langsung deflasi
Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengusulkan pemberian sejumlah subsidi strategis sebagai langkah menjaga inflasi tetap terkendali menjelang meningkatnya aktivitas ekonomi pada perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Mendagri menyebut subsidi strategis berperan menjaga inflasi tetap terkendali menjelang akhir tahun melalui penguatan daya beli masyarakat dan pengendalian tekanan harga di tengah aktivitas ekonomi.
"Perlu ada semacam subsidi supaya jangan sampai (inflasi) Desember (2026) secara year on year itu naik ke angka 3,5 persen (atau) di atas 3,5 persen. Di antaranya adalah mungkin subsidi listrik, itu pernah kita lakukan, waktu itu langsung deflasi," kata Mendagri dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.
Menurut Tito, bulan Desember memiliki dasar perbandingan inflasi yang relatif rendah sehingga diperlukan langkah antisipatif agar inflasi tahunan tidak melampaui batas sasaran pemerintah nasional.
Salah satu usulan yang disampaikan ialah pemberian subsidi listrik bagi kelompok pelanggan tertentu karena kebijakan tersebut sebelumnya dinilai efektif membantu menekan tekanan inflasi secara nasional.
Selain listrik, pemerintah juga mempertimbangkan dukungan terhadap sektor bahan bakar minyak (BBM) melalui kebijakan yang mampu menjaga biaya masyarakat tetap terkendali sepanjang periode akhir tahun.
Tito turut mengusulkan pemberian subsidi angkutan udara mengingat tarif penerbangan memberikan kontribusi terhadap pembentukan inflasi ketika permintaan perjalanan masyarakat meningkat selama musim liburan nasional berlangsung.
Pemerintah akan terus mengoordinasikan berbagai langkah antisipasi bersama kementerian terkait agar pengendalian inflasi berlangsung efektif melalui kombinasi kebijakan fiskal dan penguatan layanan publik nasional.
Tito optimistis sinergi kebijakan subsidi, pengendalian tarif, serta koordinasi lintas sektor mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sepanjang akhir tahun nasional.
Mendagri menyatakan inflasi tahunan di September 2026 sebesar 3,28 persen masih berada dalam sasaran pemerintah sehingga menjaga keseimbangan kepentingan produsen, konsumen, serta stabilitas ekonomi.
"Jadi inflasi kita di September untuk year on year (yoy/secara tahunan) itu pada posisi 3,28 persen. Ini masih dalam target, rentang target kita yaitu 2,5 persen plus minus 1,5 persen," katanya.
Menurut Tito, pemerintah menetapkan sasaran inflasi sebesar 2,5 persen dengan rentang toleransi hingga 3,5 persen agar keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen tetap terpelihara secara optimal.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
#mendagri #tito-karnavian #subsidi #inflasi #natal #tahun-baru