Gubernur Jateng: 64 persen Koperasi Merah Putih telah beroperasi
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyebutkan setidaknya 64 persen Koperasi Merah Putih di wilayah tersebut telah beroperasi dari total 8.523 ...
(Antara) 13/10/26 16:02 135630
Alhamdulillah, sudah melebihi target yang ditetapkan oleh pusat. Tim masih terus berjalan di lapangan, dan kami juga terus mendorong percepatan
Sukoharjo (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyebutkan setidaknya 64 persen Koperasi Merah Putih di wilayah tersebut telah beroperasi dari total 8.523 Koperasi Merah Putih.
"Alhamdulillah, sudah melebihi target yang ditetapkan oleh pusat. Tim masih terus berjalan di lapangan, dan kami juga terus mendorong percepatan," katanya, di Sukoharjo, Selasa, saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Sukoharjo.
Kunjungan itu menyasar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Purbayan, Kadilangu, dan Menuran Kecamatan Baki, Sukoharjo, untuk melihat kesiapan koperasi dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jateng terus mendorong percepatan verifikasi dan validasi gerai KDKMP untuk memastikan kesiapan bangunan, sarana prasarana, serta kelengkapan administrasi sebelum beroperasi.
Berdasarkan data per 12 Oktober 2026, sebanyak 8.523 KDKMP telah terbentuk, dan dari jumlah tersebut, 5.427 koperasi atau sekitar 64 persen telah beroperasi, sedangkan 3.096 lainnya masih dalam tahap persiapan.
Dari sisi infrastruktur, sebanyak 5.895 gedung KDKMP telah selesai dibangun 100 persen yang menempatkan Jawa Tengah pada urutan kedua nasional. Khusus Kabupaten Sukoharjo, tercatat 151 gedung KDKMP telah selesai dibangun dari total 167 desa.
Ia menyebutkan sebanyak 4.230 KDKMP menjadi prioritas verifikasi, dan hingga 30 September 2026 progresnya telah mencapai 61,67 persen.
Selain verifikasi, Pemprov Jateng menyiapkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara KDKMP secara bertahap mulai Oktober hingga akhir November 2026.
Penguatan koperasi juga dilakukan melalui fasilitasi kontak bisnis di 35 kabupaten/kota, pengembangan kemitraan usaha, serta pendampingan tata kelola dan pemasaran produk lokal.
Di Desa Purbayan, misalnya, terdapat potensi usaha berupa budidaya jamur kuping, kerupuk rambak, emping melinjo, sayuran yang dikelola PKK, hingga kerajinan wayang.
Rangkaian kegiatan diawali di KDKMP Purbayan, dengan agenda, meliputi penyerahan bantuan beras secara simbolis kepada 10 penerima, peninjauan gerai dan gudang koperasi, aktivitas transaksi, serta Gerakan Pangan Murah dan produk UMKM.
Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pengembangan KDKMP merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga tingkat desa dan kelurahan.
Menurut dia, pembangunan gedung koperasi merupakan langkah awal. Keberadaan fasilitas tersebut harus diikuti dengan kegiatan usaha yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, KDKMP diarahkan menjadi pusat pelayanan kebutuhan masyarakat, mulai dari penyediaan bahan pangan, pupuk dan elpiji bersubsidi, layanan keuangan, hingga pemasaran hasil produksi petani serta pelaku UMKM.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan satu tenaga manajer koperasi yang pembiayaannya ditanggung selama dua tahun, dan setelah itu koperasi diharapkan mampu menjalankan usahanya secara mandiri.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
#koperasi-merah-putih #kmp #koperasi #koperasi-desa #koperasi-kelurahan #kdkmp