Kementrans bantu kader Posyandu di Manokwari bangun usaha camilan
Kementerian Transmigrasi (Kementrans) melalui program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) membantu kader Posyandu di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, ...
(Antara) 22/10/26 19:42 818610
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) melalui program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) membantu kader Posyandu di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, membangun usaha camilan sehat berbahan pangan lokal guna menambah pendapatan keluarga.
Kader Posyandu Distrik Prafi, Lailatul Khoriyah mengatakan program tersebut mengubah kondisi ekonomi peserta karena sebelumnya belum memiliki usaha maupun pemasukan, namun kini telah memperoleh penghasilan dari penjualan produk camilan sehat.
"Yang awalnya kami belum memiliki usaha, sekarang menjadi memiliki usaha. Yang awalnya belum memiliki pemasukan, sekarang sudah mendapatkan pemasukan," kata Lailatul dalam keterangan yang sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan selama bertahun-tahun kader Posyandu di Distrik Prafi bekerja secara sukarela tanpa gaji tetap dan hanya menerima honor sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 saat membantu pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).
Melalui pelatihan mengolah hasil kebun menjadi camilan sehat, para kader mulai memproduksi aneka pangan bernilai tambah sehingga memiliki usaha baru sekaligus memperoleh tambahan pendapatan untuk menopang kebutuhan keluarga sehari-hari.
Menurut Lailatul, pendampingan berkelanjutan diperlukan agar produk camilan berbahan pangan lokal tersebut mampu meningkatkan kualitas, memperluas pemasaran, serta menembus pasar nasional sehingga manfaat ekonomi semakin dirasakan masyarakat.
Ketua Tim 3 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair) Muthmainnah menjelaskan program itu lahir karena banyak kader yang kondisi ekonominya memprihatinkan, padahal mereka sukarelawan tanpa gaji tetap.
"Para kader memiliki bahan pangan lokal yang tersedia di pekarangan, kebun, maupun sawah mereka. Biasanya, hasil panen tersebut hanya dijual mentah ke pasar," kata Muthmainnah.
Pelatihan pertama digelar 3 September, diisi teori dan demonstrasi langsung oleh ahli gizi Puskesmas. Setelahnya, tiap kelompok kader diberi waktu satu hingga dua minggu untuk uji coba resep, dilanjutkan uji rasa, yaitu dengan meminta orang lain mencicipi dan memberi masukan soal rasa dan tekstur.
Tim Patriot juga ikut mendampingi serta membantu pengurusan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan sertifikasi halal bersama Dinas Kesehatan dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dari 107 kader posyandu di Prafi, program itu menjangkau 40 kader yang dibagi dalam lima kelompok, masing-masing didampingi satu anggota Tim Patriot.
Produk yang dibuat antara lain keripik bayam, keripik keladi, keripik singkong, stik labu, dan sale pisang. Semuanya tanpa pewarna, pemanis buatan, penyedap, maupun pengawet.
Kader juga dibimbing mencatat untung-rugi lewat catatan keuangan digital, dan dalam satu kali penjualan, beberapa kader mengaku bisa meraih untung lebih dari satu juta rupiah.
"Kemarin, ada kader yang menyampaikan bahwa dalam satu kali penjualan mereka memperoleh keuntungan sebesar Rp1.200.000, Rp800.000, dan Rp400.000," ujar Muthmainnah.
Adapun langkah itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan desa sebagai sumber kekuatan ekonomi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap program Tim Ekspedisi Patriot mampu menggali potensi ekonomi daerah secara objektif.
"Mudah-mudahan semakin banyak potensi ekonomi yang bisa diidentifikasi dengan objektif," kata AHY.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan pentingnya riset perguruan tinggi menghasilkan produk turunan bernilai ekonomi tinggi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperkuat kemandirian usaha.
Menurut Iftitah, pengembangan kajian dan inovasi harus diarahkan pada penerapan nyata, sehingga potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
"Pengembangan kajian dan riset tetap jalan tetapi harus hasilkan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi," kata Iftitah saat meninjau Kampung Prafi Mulya.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
#tim-ekspedisi-patriot #tep #kementrans #kader-posyandu #manokwari #papua-barat