Yang terjadi adalah pergeseran pola konsumsi masyarakat yang sangat signifikan
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyatakan data statistik tidak menunjukkan adanya sinyal pelemahan daya beli masyarakat, melainkan terjadi tren pergeseran pola konsumsi.
“Yang terjadi itu bukan daya beli melemah. Nggak, sangat tidak betul. Yang terjadi adalah pergeseran pola konsumsi masyarakat yang sangat signifikan,” kata Dradjad dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta, Senin.
Menurutnya, data yang mendukung klaim tersebut terlihat pada angka pertumbuhan di sektor transportasi dan pariwisata.
Pada sektor transportasi, misalnya, BPS sebelumnya melaporkan bahwa jumlah penumpang angkutan domestik naik 8,09 persen menjadi 2,70 juta penumpang sepanjang Agustus 2026, dengan kenaikan tertinggi tercatat pada angkutan penyeberangan sebesar 20,13 persen menjadi 4,66 juta penumpang.
Sementara pada sektor terkait pariwisata, laporan terakhir BPS menunjukkan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada Agustus 2026 mencapai 104,30 juta perjalanan, naik sebesar 11,47 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada Agustus 2025.
“Transportasi itu tinggi sekali karena masyarakat kita rupanya sekarang banyak yang senang jalan-jalan, dan konsumsi jalan-jalan itu tinggi sekali. Restoran dan hotel juga. Turisme meningkat, pariwisata meningkat sekali,” ujar Wamenko Ekonomi.
Di sisi lain, transaksi menggunakan QRIS juga melonjak pesat. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), transaksi QRIS tumbuh tinggi mencapai 67,22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Kalau transaksi QRIS meningkat drastis, berarti memang banyak transaksi dan konsumsi,” kata Dradjad menambahkan.
Sama halnya, transaksi belanja pada platform daring juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pernyataan ini juga didukung oleh Kepala BPS Amalia yang menyebut kecenderungan pola belanja masyarakat saat ini bergeser ke platform daring alih-alih belanja secara luring.
Namun, Wamenko Ekonomi dan Kepala BPS tidak merinci data terbaru peningkatan transaksi daring.
“Pergeseran konsumsi ini tertangkap oleh BPS, sehingga kami dari pemerintah meyakini bahwa memang daya beli masyarakat itu sangat bagus,” tutur Dradjad.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026