Jakarta (ANTARA) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat terdapat peningkatan konsumsi dan ekspor minyak sawit pada Agustus 2026.
Ketua Umum Gapki Eddy Martono dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, mengatakan total konsumsi dalam negeri pada bulan Agustus 2026 mencapai 2.304 ribu ton, atau naik 1,28 persen dibandingkan bulan Juli 2026 sebesar 2.275 ribu ton.
“Peningkatan konsumsi terjadi pada sektor biodiesel yang mencapai 1.350 ribu ton, naik 5,03 persen dari 1.285 ribu ton pada Juli,” kata Eddy.
Secara kumulatif, Januari-Agustus 2026, total konsumsi dalam negeri mencapai 17.523 ribu ton, lebih tinggi 6,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 (year-on-year/yoy) sebesar 16.406 ribu ton.
Di sisi lain, total ekspor produk sawit pada bulan Agustus 2026 mencapai 3.588 ribu ton, naik 12,56 persen dibandingkan bulan Juli sebesar 3.188 ribu ton.
Eddy mengatakan, peningkatan terjadi pada ekspor olahan minyak sawit menjadi 2.643 ribu ton dari 2.296 ribu ton (15,12 persen).
Lebih lanjut, peningkatan juga terjadi pada ekspor minyak sawit mentah (CPO) menjadi 329 ribu ton dari 249 ribu ton (31,83 persen).
Sementara, ekspor olahan minyak inti sawit (PKO) bulan Agustus naik 14,58 persen sebesar 113 ribu ton dari sebelumnya 99 ribu ton.
“Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, total ekspor mencapai 23.370 ribu ton, lebih tinggi 2,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 22.696 ribu ton,” kata Eddy.
Adapun nilai ekspor produk sawit pada Agustus 2026 mencapai 4,29 miliar dolar AS, naik 12,62 persen dari bulan sebelumnya sebesar 3,81 miliar dolar AS.
Secara kumulatif dari periode bulan Januari hingga Agustus 2026, nilai ekspor mencapai 27,55 miliar dolar AS, atau lebih tinggi 11,14 persen dari tahun 2025 senilai 24,78 miliar dolar AS. Hal ini dipengaruhi oleh harga ekspor yang relatif lebih baik.
Menurut negara tujuannya, peningkatan ekspor bulan Agustus dibandingkan Juli tahun ini antara lain terjadi untuk tujuan Pakistan (265 ribu ton), India (89 ribu ton), Rusia (77 ribu ton), Bangladesh (66 ribu ton), dan Malaysia (38 ribu ton).
“Dengan stok awal tahun sebesar 2.068 ribu ton, total produksi Januari-Agustus 2026 sebesar 40.997 ribu ton, total konsumsi dalam negeri sebesar 17.523 ribu ton, total ekspor 23.370 ribu ton, serta impor sebesar 43 ribu ton, maka stok akhir bulan Agustus 2026 tercatat sebesar 2.214 ribu ton,” ujar Sekretaris Jenderal Gapki M. Hadi Sugeng Wahyudiono.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026