Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pelatihan vokasi memberikan keterampilan praktis bagi angkatan kerja sebelum memasuki dunia kerja.
“Melalui pelatihan yang memberikan keterampilan praktis, masyarakat dapat meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” kata Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah berkomitmen untuk memberikan fasilitas peningkatan kompetensi melalui berbagai program, termasuk salah satunya Pelatihan Vokasi Nasional.
“Pemerintah terus berkomitmen memfasilitasi masyarakat untuk melakukan skilling, upskilling, maupun reskilling,” ujar Yassierli.
Menaker mencontohkan Pelatihan Vokasi Nasional di Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Bantul, Yogyakarta, yang mempersiapkan 96 peserta menjadi tenaga kerja kompeten maupun wirausaha mandiri.
Pelatihan mencakup tujuh kejuruan yang disesuaikan dengan permintaan pasar.
“Kehadiran 96 peserta ini menunjukkan tingginya kesadaran mereka untuk menjadikan keahlian teknis sebagai bekal memenangkan persaingan di dunia usaha dan dunia industri,” ujar Yassierli.
Adapun tujuh kejuruan tersebut meliputi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dengan materi desain grafis dan office advance; Garmen Apparel, yang mencakup menjahit fesyen dan mesin industri; serta Tata Boga untuk pengolahan makanan dan bakery.
Pelatihan juga mencakup Tata Kecantikan dengan materi make-up dan tata rambut; Otomotif untuk servis motor konvensional dan injeksi; Teknik Las Manufaktur (SMAW); serta Teknik Listrik dan Refrigerasi untuk instalasi penerangan dan teknisi AC.
Menaker Yassierli mengimbau masyarakat, terutama generasi muda yang sedang mencari kerja atau ingin beralih profesi, untuk memanfaatkan program pelatihan vokasi gratis yang disediakan pemerintah.
Informasi pendaftaran, ketersediaan kuota, dan pemilihan kejuruan dapat diakses melalui platform resmi SIAPkerja (kemnaker.go.id) pada menu “Skillhub”.
Kemudahan akses tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Ke depan, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan balai-balai pelatihan vokasi di berbagai daerah terus bertransformasi menjadi pusat inkubasi talenta unggul yang adaptif terhadap dinamika pekerjaan masa depan,” ujar Menaker Yassierli.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026