Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengendarai sepeda motor meninjau progres pekerjaan sembilan titik pembangunan infrastruktur jalan hingga saluran air ... [513] url asal
Kota Bekasi (ANTARA) - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengendarai sepeda motor meninjau progres pekerjaan sembilan titik pembangunan infrastruktur jalan hingga saluran air bersama jajaran perangkat teknis guna memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Kegiatan ini dilakukan untuk melihat langsung progres pekerjaan, mengidentifikasi kendala di lapangan serta memastikan sesuai kebutuhan masyarakat," kata Tri di Bekasi, Jumat.
Pemantauan diawali dari Kali Harun, Kecamatan Pondok Melati, dilanjutkan ke sejumlah ruas jalan dan saluran air di antaranya Jalan Raya Hankam, Jatiwaringin, Jalan Anugerah, Jalan Raya Caman, Jalan Muchtar Tabrani hingga kawasan Pondok Gede dan sekitar.
Saat meninjau Kali Harun, dia menyatakan penanganan sungai masih menghadapi kendala pembebasan lahan. Terdapat empat rumah berstatus memiliki sertifikat di area yang dibutuhkan untuk penanganan sungai.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengendarai sepeda motor meninjau progres pekerjaan pembangunan infrastruktur di wilayahnya, Jumat (23/10/2026). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Pemerintah Kota Bekasi tengah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah setempat untuk menelusuri status kepemilikan lahan tersebut.
"Lebar sungai yang sebelumnya sekitar tiga meter kini menyempit menjadi satu hingga dua meter. Kita menargetkan penanganan sekitar 380 meter pada akhir tahun ini dari rencana sepanjang kurang lebih 440 meter," katanya.
Sementara Jalan Raya Hankam menjadi salah satu ruas yang direncanakan untuk diperbaiki guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas jalan bagi masyarakat.
Penanganan banjir di kawasan Gamprit juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah telah mengerjakan pembangunan saluran di Kalisunter sepanjang 300 meter dan menargetkan tambahan pekerjaan sepanjang 900 meter pada tahun ini.
Di kawasan Jatiwaringin, tepatnya area Kampus As-Syafi’iyah dan Universitas Krisnadwipayana masih diperlukan penanganan saluran sepanjang 400 meter untuk mendukung aliran air menuju Kali Cakung. Perbaikan tersebut diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi genangan yang kerap terjadi saat hujan.
Tri Adhianto melanjutkan pada Ruas Jalan Anugerah yang menghubungkan Jatiwaringin dengan Jatibening Baru ditargetkan selesai tahun ini. Karena berada di kawasan lereng jalan tol, pengerjaan dilakukan dengan hati-hati.
"Kami juga meminta agar kerusakan dan lubang di sejumlah ruas jalan ini segera diperbaiki demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan," ujarnya.
Berlanjut di kawasan Simpang Lima, Jalan Raya Caman, Jatibening Permai, Wali Kota menyoroti penyempitan saluran sebagai salah satu faktor penghambat aliran air. Pemerintah merencanakan pelebaran saluran serta pembangunan long storage atau tampungan air di kawasan crossing tol.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penampungan air sekaligus mengurangi genangan yang berdampak pada warga Jatibening Permai, Pondok Gede Permai serta kawasan sekitar.
Dirinya meminta dukungan dan kesabaran masyarakat selama proses pembangunan berlangsung. Warga turut diimbau memanfaatkan jalur alternatif apabila terjadi antrean atau hambatan lalu lintas akibat pekerjaan.
Di Jalan Muchtar Tabrani, pemerintah daerah merencanakan penataan jalan menjadi dua arah, disertai pembebasan lahan dan penataan saluran air di bagian tengah untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus memperbaiki fungsi saluran air.
Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir.
Selain lokasi-lokasi tersebut, peninjauan juga menyasar Taman Bawah Becakayu Kalimalang, DAS Bojongrangkong, Saluran Kemangsari, saluran Jalan Jatiwaringin dan lanjutannya, pedestrian Pondok Gede, Jalan Kodau-Kecapi serta Jalan Pekayon-Pondok Gede.