Nah khusus untuk daging ayam ras, telur ayam ras, ada memang yang tadinya dua minggu lalu terjadi kenaikan, sekarang agak menurun.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan penertiban praktik pihak perantara (middleman) pada tata niaga ayam dan telur mulai berdampak terhadap penurunan harga, setelah pemerintah melakukan langkah pengawasan.
"Nah khusus untuk daging ayam ras, telur ayam ras, ada memang yang tadinya dua minggu lalu terjadi kenaikan, sekarang agak menurun," kata Mendagri dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan, di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.
Tito mengungkapkan awalnya terdapat anomali harga ayam dan telur ketika harga tingkat produsen rendah, namun harga konsumen mengalami peningkatan.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya rantai distribusi yang perlu diperhatikan, agar mekanisme perdagangan berjalan sehat dan memberikan manfaat kepada produsen serta konsumen.
Pemerintah menduga terdapat praktik pihak perantara yang menyebabkan perbedaan harga terlalu besar, sehingga diperlukan langkah penertiban untuk menjaga keseimbangan tata niaga pangan nasional.
"Kita melihat ada anomali. Di tingkat produsen itu harganya rendah, di tingkat konsumen tinggi. Artinya ada middleman, ya, ada middle party di situ yang kita duga melakukan praktik sehingga ini terjadi kenaikan," ujarnya pula.
Tito menyampaikan pemerintah telah melakukan koordinasi bersama Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dan aparat penegak hukum (APH) untuk menindaklanjuti persoalan distribusi ayam serta telur.
Langkah pengawasan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak sebagai upaya menciptakan perdagangan pangan yang lebih transparan dan memberikan kepastian harga bagi masyarakat.
Menurut Tito, setelah pemerintah menyampaikan langkah penertiban, harga ayam dan telur mulai menunjukkan penurunan dibandingkan kondisi sebelumnya yang mengalami kenaikan.
Pemerintah terus memperkuat pengawasan rantai pasok pangan, agar disparitas harga antara produsen dan konsumen dapat ditekan melalui sistem distribusi yang lebih efektif.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh produk protein hewani dengan harga yang lebih terjangkau.
"Dalam press conference dua minggu lalu dengan Pak Mentan, Mentan cukup keras meminta untuk penindakan dan sudah bekerja sama dengan Bareskrim dan sudah di disetujui oleh Bapak Kapolri. Ya, kita akan melakukan penertiban," ujar Tito.
Tito berharap penataan tata niaga pangan mampu menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat, sehingga peternak tetap memperoleh keuntungan dan konsumen terlindungi.
Kepala Bapanas sekaligus Mentan Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah menemukan adanya anomali dalam tata niaga daging ayam ras dan telur ayam ras.
Amran menjelaskan harga telur ayam di tingkat peternak hanya berkisar Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram, jauh di bawah harga yang semestinya berada pada kisaran Rp26.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga telur ayam di tingkat konsumen mencapai Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram sehingga menunjukkan adanya ketidakwajaran dalam rantai distribusi.
"Ada masalah di tingkat peternak, itu harga telur ayam Rp20.000–Rp21.000 per kg. Harusnya Rp26.000 per kg. Tetapi juga ironisnya di konsumen Rp40.000–Rp45.000 per kg, ini ada anomali," ujarnya pula.
Menurut Amran, pemerintah telah berkoordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk melakukan penindakan terhadap dugaan anomali tersebut, yang diikuti penurunan harga telur di tingkat konsumen, setelah langkah itu diumumkan.
Amran menegaskan anomali harga yang terjadi antara tingkat produsen dan konsumen tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, karena berpotensi merugikan peternak maupun masyarakat sebagai konsumen.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, dilansir di Jakarta, Senin, pukul 20.53 WIB, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga komoditas daging ayam ras segar mencapai Rp38.800 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp29.450 per kg.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026