PT Petrokimia Gresik (Persero) menyiapkan stok pupuk bersubsidi hasil produksi perusahaan sebanyak 443.436 ton guna mendukung pemenuhan kebutuhan pupuk ... [485] url asal
Stok tersebut berada di atas ketentuan "safety stock" yang ditetapkan pemerintah sebagai bagian dari upaya perusahaan menjaga kesiapan pasokan pupuk guna mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional
Madiun (ANTARA) - PT Petrokimia Gresik (Persero) menyiapkan stok pupuk bersubsidi hasil produksi perusahaan sebanyak 443.436 ton guna mendukung pemenuhan kebutuhan pupuk nasional bagi petani menjelang musim tanam Oktober-Maret.
"Stok tersebut berada di atas ketentuan "safety stock" yang ditetapkan pemerintah sebagai bagian dari upaya perusahaan menjaga kesiapan pasokan pupuk guna mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional," ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob dalam keterangannya di Madiun, Jawa Timur, Selasa.
Stok tersebut terdiri dari pupuk Urea sebanyak 95.645 ton, NPK Phonska 261.858 ton, pupuk organik Petroganik 70.054 ton, ZA 4.116 ton, dan SP-36 sebanyak 11.763 ton.
"Kesiapan ini merupakan bagian dari kontribusi Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk anggota Pupuk Indonesia dalam mendukung pemenuhan kebutuhan petani," katanya.
Khusus di wilayah Madiun Raya yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Pacitan, Ponorogo, Magetan, serta Ngawi, Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia Grup menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 31.267 ton per 7 Oktober 2026 untuk mendukung kebutuhan petani.
Stok tersebut terdiri dari Urea 16.433 ton, NPK Phonska 10.886 ton, NPK Kakao 19 ton, pupuk organik Petroganik 3.764 ton, dan ZA 166 ton. Kesiapan stok tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas pertanian di wilayah Madiun Raya, terutama saat memasuki musim tanam Oktober-Maret.
Daconi menegaskan bahwa ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran musim tanam. Karena itu, perusahaan terus berupaya menjaga kesiapan stok sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung penyaluran pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.
Selain memastikan kesiapan pasokan, pihaknya juga mendorong penerapan pemupukan berimbang untuk menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Langkah itu menjadi penting mengingat hasil pengujian Petrokimia Gresik terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016 menunjukkan bahwa 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik yang rendah.
Rendahnya kandungan karbon organik menjadi perhatian karena bahan organik berperan penting dalam menjaga struktur tanah, mendukung aktivitas mikroorganisme, dan membantu ketersediaan unsur hara bagi tanaman.
Sebagai salah satu contoh penerapan pemupukan berimbang pada tanaman padi, Petrokimia Gresik memperkenalkan pola 5:3:2, yakni penggunaan 500 kg pupuk organik, 300 kg pupuk NPK, dan 200 kg pupuk Urea untuk lahan seluas 1 hektare. Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, kondisi tanah, dan rekomendasi teknis pertanian setempat.
Sementara itu, untuk menjaga kesinambungan pasokan pupuk, Petrokimia Gresik mengoptimalkan teknologi digital melalui Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport). Pemanfaatan sistem tersebut mendukung kelancaran pasokan bahan baku, keberlangsungan proses produksi, serta efektivitas pengelolaan pergudangan melalui penguatan koordinasi transportasi dan aktivitas kepelabuhanan perusahaan.
Daconi menambahkan, kelancaran pasokan bahan baku, optimalisasi proses produksi, dan pengelolaan pergudangan terus menjadi perhatian perusahaan guna menjaga kesinambungan ketersediaan pupuk, terutama dalam menghadapi kebutuhan saat musim tanam.
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi berbagai jenis di di Cianjur aman untuk kebutuhan petani menghadapi ... [346] url asal
Kami sudah melihat langsung bersama jajaran dinas dan penyuluh pertanian ke Gudang Lini III Bojong dan Pasirhayam, Cianjur, guna memastikan kesiapan stok sekaligus memperkuat koordinasi dengan PT Pupuk Indonesia
Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi berbagai jenis di di Cianjur aman untuk kebutuhan petani menghadapi musim tanam pertama periode Oktober 2026 sampai Maret 2027.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Cianjur Wahyu Ginanjar di Cianjur, Selasa, mengatakan, total stok pupuk bersubsidi yang tersedia di tiga Gudang Lini III mencapai 4.271 ton urea dan 3.982 ton NPK.
Pihaknya mencatat alokasi pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Cianjur tahun 2026 sebesar 42.348 ton urea dan 37.000 ton NPK serta pupuk organik 4 ton, dimana para petani yang terdaftar cukup membawa KTP untuk pembelian.
"Kami sudah melihat langsung bersama jajaran dinas dan penyuluh pertanian ke Gudang Lini III Bojong dan Pasirhayam, Cianjur, guna memastikan kesiapan stok sekaligus memperkuat koordinasi dengan PT Pupuk Indonesia," katanya.
Ketersediaan stok menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang kelancaran musim tanam, dimana PT Pupuk Indonesia telah menjaga kesiapan pasokan pupuk bersubsidi di Kabupaten Cianjur.
Sehingga ketersediaan di gudang harus diimbangi pendistribusian tepat sasaran kepada petani yang berhak, hasil pengecekan menunjukkan stok tersedia di gudang dan siap untuk mendukung kebutuhan petani khususnya dalam menghadapi musim tanam pertama.
Pihaknya meminta para petani berkoordinasi dengan penyuluh atau UPTD pelayanan pertanian terkait informasi tentang alokasi dan jadwal penebusan, dimana Pemkab Cianjur akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak termasuk PT Pupuk Indonesia.
"Kami juga akan terus bekerja sama dengan Pelaku Usaha Distribusi, Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), penyuluh pertanian, hingga petani guna memastikan penyaluran pupuk berjalan sesuai ketentuan, dan tepat sasaran," katanya.
Petani juga diminta melakukan penebusan pupuk sesuai kebutuhan dan alokasi yang telah ditetapkan dengan mekanisme yang semakin mudah, sehingga pemantauan, pengawasan dan koordinasi distribusi dengan berbagai kalangan terus dilakukan hingga tingkat petani.
"Ketersediaan pupuk bersubsidi dapat membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah, sehingga perekonomian petani terus meningkat," katanya.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menawarkan kolaborasi riset dengan Peking University, China, untuk mengembangkan pusat ... [485] url asal
Babak berikutnya dari transmigrasi harus membantu mendorong industrialisasi di luar Jawa
Jakarta (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menawarkan kolaborasi riset dengan Peking University, China, untuk mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dia menegaskan Indonesia perlu membangun lebih banyak pusat produksi dan kegiatan ekonomi di berbagai wilayah agar lapangan kerja, investasi, dan kesempatan meningkatkan kesejahteraan tidak terkonsentrasi di Pulau Jawa.
“Babak berikutnya dari transmigrasi harus membantu mendorong industrialisasi di luar Jawa. Ini menyangkut di mana Indonesia membangun kapasitas produksi, di mana pekerjaan yang baik tercipta, dan apakah masyarakat di seluruh kepulauan kita dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan negara,” ujar Iftitah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Dirinya mengajak Institute of South-South Cooperation and Development (ISSCAD) dan Peking University menjajaki kerja sama penelitian terapan untuk mendukung transformasi kawasan transmigrasi Indonesia.
Ia menawarkan pendekatan yang konkret, yakni memilih satu atau dua kawasan transmigrasi sebagai lokasi kajian bersama antara peneliti dan mahasiswa Indonesia serta China.
Penelitian tersebut diusulkan mencakup pemetaan potensi ekonomi dan rantai nilai, identifikasi hambatan investasi, kebutuhan keterampilan tenaga kerja, serta teknologi yang paling sesuai dengan kondisi masyarakat dan kawasan.
Hasil akhirnya diharapkan bukan sekadar publikasi akademik, melainkan rekomendasi praktis yang dapat dimanfaatkan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengambil keputusan pembangunan.
Iftitah juga menyampaikan peluang pengembangan kerja sama riset pertanian, teknologi, keterampilan, dan sistem produksi pangan di Salor dan Wanam, Merauke, Papua Selatan, yang sebelumnya telah menjadi lokasi penjajakan kerja sama antara mitra Indonesia dan Tiongkok.
Menurutnya, kolaborasi internasional harus mampu mempertemukan keunggulan pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat Indonesia.
Ia berharap pertukaran pengalaman dengan China dapat memperkuat kemampuan Indonesia mengembangkan industri berbasis potensi daerah, tanpa mengabaikan karakteristik sosial, budaya, dan lingkungan setempat.
Iftitah menegaskan keberhasilan pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
Ukuran tersebut meliputi terciptanya pekerjaan yang berkualitas, peningkatan pendapatan produsen lokal, berkembangnya UMKM sebagai bagian dari rantai pasok industri, serta semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk menentukan masa depan ekonominya.
“Indonesia yang kuat harus memiliki lebih dari satu pusat peluang. Mari kita dekatkan peluang kepada masyarakat dan bersama-sama membangun pusat pertumbuhan Indonesia berikutnya,” katanya.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memperkenalkan transformasi transmigrasi Indonesia sebagai strategi membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui industrialisasi di luar Jawa.
Gagasan tersebut disampaikan dalam kuliah umum bertajuk “Industrialisation Beyond Java: Transmigration and Indonesia’s New Growth Centres” di Institute of South-South Cooperation and Development (ISSCAD), Peking University, Beijing.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, tetapi potensi tersebut perlu diolah menjadi produk bernilai tambah agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di daerah asalnya.
Karena itu, pembangunan kawasan transmigrasi tidak cukup hanya menyediakan permukiman dan lahan. Kawasan juga harus terhubung dengan kegiatan industri, investasi, teknologi, infrastruktur, pasar, dan kebutuhan tenaga kerja.
“Suatu daerah harus memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar memasok bahan mentah. Daerah juga harus mampu menghasilkan nilai tambah,” ujarnya.
Deru ombak dan semilir angin dini hari menyambut kepulangan nelayan gurita di perairan Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Satu per satu perahu ditambatkan ... [1,441] url asal
Kondisi tersebut membuat nelayan di sana mulai menyadari bahwa laut tidak mungkin terus dipaksa menghasilkan tanpa diberi kesempatan untuk pulih
Makassar (ANTARA) - Deru ombak dan semilir angin dini hari menyambut kepulangan nelayan gurita di perairan Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Satu per satu perahu ditambatkan di pesisir dua pulau terluar wilayah Kota Makassar yakni Pulau Lanjukang dan Pulau Langkai.
Di antara para nelayan tersebut ada Erwin (48). Sejak pertengahan 1980-an, ia sudah akrab dengan laut. Mengikuti jejak kakek dan ayahnya, Erwin sejak kecil melaut untuk menangkap ikan dan gurita.
Namun, baru sekitar satu dekade terakhir ia benar-benar menekuni gurita sebagai tangkapan utama. Menangkap gurita bukan pekerjaan selingan. Dibutuhkan keahlian membaca kondisi perairan dan mengenali lokasi gurita bersembunyi.
Dalam sehari, dia bisa mendapat 15 ekor gurita. Gurita yang dia jual ke pengepul itu harganya tinggi dibandingkan ikan.
Sebagian gurita yang didapatnya berukuran kurang dari satu kilogram dan masuk kategori C dan D. Namun, sesekali ia memperoleh gurita kelas A dengan berat lebih dari dua kilogram atau B dengan berat satu hingga 1,9 kilogram. Ukuran tersebut menjadi standar yang diminati pasar ekspor, termasuk Eropa dan Amerika.
Bagi Erwin dan nelayan lainnya, gurita menjadi sumber penghidupan keluarga.
Namun, perjalanan untuk mendapatkan hasil seperti sekarang tidak selalu mudah. Erwin dan nelayan lain di daerah itu pernah menghadapi kenyataan bagaimana sulitnya mendapatkan gurita.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2020 menunjukkan ekspor gurita asal Sulsel mencapai 2,1 juta ekor dengan nilai sekitar 10,7 juta dolar AS.
Nilai ekonomi yang menggiurkan tersebut mendorong eksploitasi berlebihan. Dahulu, prinsip nelayan sederhana, semakin banyak menangkap, semakin besar penghasilan.
Pola tangkap tanpa mempertimbangkan jumlah dan ukuran gurita itu perlahan berdampak pada stok di laut. Hasil tangkapan semakin sedikit dan ukurannya semakin kecil.
Erwin masih ingat, betapa sulitnya mendapatkan gurita pada 2020. Padahal saat itu ada pembatasan sosial bagi nelayan, tak banyak nelayan yang melaut. Tapi karena stok gurita menipis, nelayan makin susah mendapat hasil memuaskan.
“Makin susah cari gurita. Paling banyak dapat tiga hingga lima ekor per hari. Itu pun ukurannya kecil. Melaut hanya cukup untuk makan saja,” kata Erwin.
Kondisi tersebut membuat nelayan di sana mulai menyadari bahwa laut tidak mungkin terus dipaksa menghasilkan tanpa diberi kesempatan untuk pulih.
Angin perubahan
Angin perubahan mulai terjadi ketika Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia bersama Program Kemitraan Wallacea II menggagas Program Penguatan Ekonomi dan Konservasi Gurita Berbasis Masyarakat atau Proteksi Gama pada 2021.
Program tersebut menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Makassar.
Nelayan diajak mengubah cara pandang. Laut bukan tempat yang harus terus-menerus dieksploitasi, melainkan ruang hidup yang harus dijaga agar tetap memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Salah satu bentuknya adalah sistem buka tutup kawasan tangkapan gurita.
Nelayan Pulau Lanjukang dan Pulau Langkai sepakat membatasi aktivitas penangkapan pada wilayah seluas sekitar 412 hektare yang membentang di antara kedua pulau tersebut.
Wilayah itu ditandai dengan patok terapung dan tali pengikat. Selama masa penutupan, nelayan dilarang menangkap gurita di kawasan tersebut.
“Tiga bulan ditutup dan tiga bulan kemudian dibuka kembali. Begitu seterusnya agar habitat perikanannya bagus dan gurita bisa berkembang,” kata Direktur Eksekutif YKL Indonesia Nirwan Dessibali.
Sistem tersebut dijalankan melalui Forum Pengelola Sistem Buka dan Tutup Gurita Lanjukang dan Langkai atau Pasibuntuluki. Forum itu lahir dari kesepakatan masyarakat nelayan.
Ada aturan, ada pengawasan, dan ada sanksi bagi mereka yang melanggar.
Menurut Wakil Ketua Forum Pasibuntuluki di Pulau Lanjukang, Daeng Jala (61), kesabaran masyarakat mulai membuahkan hasil setelah sistem buka tutup diberlakukan selama setahun.
Upaya untuk mendapatkan legalitas konservasi itu pun dilakukan mulai dari tingkat kelurahan dengan mendapatkan SK Kelurahan Barrang Caddi, hingga kini sudah mengantongi SK Gubernur Sulsel.
Penetapan Kawasan Konservasi Daerah (KKD) Pulau Lanjukang sedang dalam proses percepatan penetapan dan integrasi zonasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Luas wilayah pencadangan KKD mencapai 1.654,38 hektare berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2022 tentang RTRW Sulawesi Selatan.
Erwin, yang juga adalah Ketua Forum Pasibuntuluki, merasakan perubahan yang terjadi setelah pembatasan penangkapan dilakukan. Dalam empat tahun terakhir, hasil tangkapan guritanya meningkat.
Yang lebih menggembirakan, gurita berukuran besar atau grade A dan B semakin mudah ditemukan.
“Kalau guritanya utuh, laku Rp200 ribu per ekor,” kata Erwin.
Rata-rata nelayan dapat mengantongi sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu dalam sepekan dari penjualan gurita. Data YKL Indonesia juga menunjukkan pendapatan nelayan meningkat hingga 56,6 persen.
Selain itu, ekosistem terumbu karang yang menjadi habitat gurita juga mulai membaik. YKL Indonesia mencatat pemulihan tutupan karang hidup sekitar 5 hingga 10 persen.
Bagi nelayan, perubahan itu menjadi pelajaran sederhana, memberi waktu kepada laut untuk pulih justru dapat menghasilkan tangkapan yang lebih besar, lebih variatif, dan bernilai lebih tinggi.
Pelibatan perempuan dalam mengolah hasil laut yang diketuai Nurjannah di kawasan konservasi Pulau Langkai, Kecamatan Barrang Caddi, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar., Sulawesi Selatan. ANTARA/ Suriani Mappong
Pelibatan Perempuan
Perubahan tidak hanya dirasakan para nelayan laki-laki. Para perempuan mulai mengolah hasil laut yang sebelumnya tidak terserap pasar.
Gurita yang tidak utuh karena tentakelnya terpotong biasanya tidak diminati pengepul untuk pasar ekspor. Begitu pula sebagian ikan hasil tangkapan.
Di tangan kelompok perempuan, hasil laut tersebut berubah menjadi produk bernilai tambah.
Ketua Kelompok Perempuan Merpati Putih Pulau Langkai, Nurjannah (48), mengolah gurita menjadi sambal dan ikan menjadi abon. Dalam sekali produksi, serpihan gurita itu dapat menjadi 10 kilogram sambal gurita. Sambal itu dikemas dalam botol plastik ukuran kecil dan dijual seharga Rp35.000 per botol.
Usaha tersebut membantu kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya sekolah anak.
Belasan perempuan kini terlibat dalam kelompok usaha yang memproduksi sambal gurita dan abon ikan. Produk tersebut dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lanjukang.
Pendampingan YKL Indonesia bersama sejumlah pihak kemudian diarahkan pada penguatan kapasitas usaha, pemasaran, hingga akses pasar.
Dengan demikian, manfaat laut tidak berhenti pada hasil tangkapan nelayan. Hasil laut juga membuka ruang bagi perempuan pesisir untuk mendapat penghasilan dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Pelajaran berharga lainnya dari menjaga laut ini kemudian merambat ke spesies lain yakni penyu.
Di Pulau Lanjukang, perubahan paling mencolok terlihat dari cara masyarakat memperlakukan penyu.
Pulau kecil yang hanya dihuni sekitar 24 kepala keluarga itu merupakan salah satu tempat bertelurnya penyu hijau dan penyu sisik, dua jenis satwa yang dilindungi.
Dahulu, kedatangan penyu ke pantai menjadi kesempatan bagi warga untuk mengambil telurnya.
Anas (28), nelayan Pulau Lanjukang, masih mengingat masa tersebut.
Dia mengatakan banyak penyu yang naik ke darat. "Kalau melaut juga sekalian cari telur penyu, dimakan atau dijual ke Pasar Hobi. Tukiknya juga laku Rp20.000 per ekor," kata Anas.
Dahlia, warga setempat, juga pernah menjual tukik kepada pengunjung sebagai hewan peliharaan.
Namun, kebiasaan tersebut perlahan berubah setelah masyarakat mendapatkan pendampingan konservasi penyu.
Pada 2022, penguatan perlindungan habitat penyu mulai digalakkan melalui sosialisasi dan pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas.
Anas yang sebelumnya ikut berburu telur penyu justru kemudian menjadi salah satu penggerak perlindungan penyu.
Dari awalnya hanya dua orang yang aktif menjaga telur dan melakukan penetasan semi alami. Kini jumlahnya berkembang menjadi 11 orang.
Kalau sebelumnya tukik dijual ke wisatawan untuk dibawa pulang ke rumah menjadi mainan atau peliharaan anak, sejak kesadaran melindungi penyu terbentuk, tukik itu tetap dijual kepada wisatawan tetapi harus diliarkan ke laut.
Pada akhir pekan, kegiatan tersebut bahkan menjadi sumber pendapatan baru bagi warga. Wisatawan dapat berkontribusi pada konservasi sekaligus memperoleh pengalaman melepas tukik ke laut dengan kepuasan batin tersendiri.
Hasil tangkapan nelayan di kawasan buka tutup di Pualau Lanjukang dan Pulau Langkai, Makassar. ANTARA/ Suriani Mappong
Jaga laut, jaga masa depan
Perjalanan masyarakat di Pulau Lanjukang dan Pulau Langkai menunjukkan bahwa konservasi tidak harus berjarak dengan kebutuhan ekonomi.
Justru ketika masyarakat mendapatkan manfaat nyata dari laut yang sehat, kesadaran untuk menjaganya tumbuh semakin kuat.
Gurita mengajarkan nelayan untuk bersabar melalui sistem buka-tutup. Terumbu karang diberi kesempatan untuk pulih. Perempuan memperoleh ruang untuk mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah.
Di Lanjukang, pemburu telur penyu perlahan berubah menjadi penjaga habitat dan tukik.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Ilyas menilai Pulau Lanjukang memiliki potensi besar untuk pengembangan konservasi berbasis masyarakat.
Penetasan semi alami telur penyu dan pelepasliaran tukik, menurut dia, dapat menjadi bagian dari wisata edukasi selain aktivitas berkemah, snorkeling, dan menyelam.
Pada akhirnya, laut memberikan pelajaran yang sederhana kepada masyarakat Spermonde, mengambil secukupnya berarti memberi kesempatan alam untuk tumbuh kembali.
Di antara deru ombak Pulau Lanjukang, kesadaran itu mulai menemukan bentuknya. Gurita yang lebih besar membawa penghasilan lebih baik. Terumbu karang yang pulih menjadi rumah bagi biota laut. Sementara tukik-tukik kecil yang dilepas ke laut membawa harapan tentang kehidupan yang terus berlanjut.
Menjaga laut bukan lagi sekadar tentang melindungi alam. Bagi masyarakat Pulau Lanjukang dan Pulau Langkai, menjaga laut adalah cara untuk memastikan berkahnya tetap dapat dinikmati, hari ini dan oleh generasi yang akan datang.
Tukik di kawasan konservasi Pulau Lanjukang yang siap dilepasliarkan ke habitatnya. ANTARA/ Suriani Mappong
Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan Rp3 triliun untuk pembangunan pusat Grand Parent Stock (GPS) unggas terintegrasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, ... [298] url asal
Jawa Timur luar biasa, berkembang sangat pesat khususnya sektor pertanian. Nomor satu produksi padi, jagung, tebu, telur, ayam, hingga susu juga nomor satu. Pertanian Jawa Timur adalah yang terbaik di seluruh Indonesia
Surabaya (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan Rp3 triliun untuk pembangunan pusat Grand Parent Stock (GPS) unggas terintegrasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, guna memperkuat produksi dan pasokan pangan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai produsen utama berbagai komoditas pertanian, mulai dari padi, jagung, tebu hingga telur, ayam dan susu.
"Jawa Timur luar biasa, berkembang sangat pesat khususnya sektor pertanian. Nomor satu produksi padi, jagung, tebu, telur, ayam, hingga susu juga nomor satu. Pertanian Jawa Timur adalah yang terbaik di seluruh Indonesia," katanya saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT Ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung DPRD Provinsi Jatim, Surabaya, Senin.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah provinsi dan DPRD Jatim turut mendukung peningkatan produksi pangan di daerah tersebut.
Salah satu program strategis yang disiapkan ialah pembangunan pusat GPS unggas di Kabupaten Malang.
Fasilitas itu dirancang menjadi sumber pasokan bibit unggas untuk memenuhi kebutuhan peternakan di berbagai wilayah Indonesia.
"Kami akan bangun Grand Parent Stock satu-satunya di Indonesia, yaitu di Jawa Timur, tepatnya di Malang. Nantinya, 'neneknya' ayam ini akan menyuplai kebutuhan peternakan ke seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.
Selain memperkuat sektor peternakan, Menteri Pertanian memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang dan fenomena El Nino.
Ia juga menyebut cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman, dengan kapasitas gudang sekitar tiga juta ton dan stok yang mencapai 4,5 juta ton.
Menteri Pertanian optimistis target swasembada pangan berkelanjutan dapat dicapai melalui dukungan pemerintah pusat dan daerah, termasuk Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan pompa banjir dan ekskavator untuk menangani genangan akibat meluapnya Sungai Batang Air Dingin di Kota Padang, ... [457] url asal
Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman. Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadi
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan pompa banjir dan ekskavator untuk menangani genangan akibat meluapnya Sungai Batang Air Dingin di Kota Padang, Sumatera Barat, sekaligus menyiapkan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir secara permanen.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan darurat diprioritaskan untuk melindungi keselamatan masyarakat dan meminimalkan dampak banjir terhadap permukiman, sementara langkah jangka panjang disiapkan guna mengurangi risiko kejadian serupa.
"Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman. Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi," kata Dody dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Banjir yang terjadi pada Sabtu (10/10) tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi yang meningkatkan debit Sungai Batang Air Dingin hingga menyebabkan tanggul jebol dan air meluap ke kawasan permukiman.
Berdasarkan laporan sementara Kementerian PU, sekitar 200 rumah terdampak banjir di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, serta Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara.
Kementerian PU menyatakan, tidak terdapat laporan korban jiwa berdasarkan pendataan sementara, sedangkan genangan masih ditemukan di sejumlah titik saat penanganan berlangsung.
Data pos curah hujan Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Dingin menunjukkan akumulasi hujan mencapai 112 milimeter dalam enam jam.
Hujan berintensitas tinggi juga dilaporkan berlangsung sekitar pukul 12.00 hingga 14.30 WIB, yang menyebabkan peningkatan debit aliran sungai dan kerusakan tanggul.
Merespons kondisi tersebut, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang mengerahkan satu unit pompa banjir bergerak atau mobile flood pump ke Kelurahan Ulak Karang Utara.
Selain itu, BWS Sumatera V Padang memobilisasi dan mengoperasikan satu unit ekskavator jenis crawler di kawasan Lubuk Minturun untuk mendukung penanganan darurat banjir.
Pengerahan peralatan tersebut disertai pemantauan kondisi sungai dan genangan, pendataan kerusakan, serta inventarisasi penyebab dan dampak bencana.
BWS Sumatera V Padang juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan dilakukan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak.
Di samping langkah tanggap darurat, Kementerian PU telah memasukkan penanganan permanen Sungai Batang Air Dingin ke dalam rencana induk penanganan tahun 2026.
Penanganan jangka panjang itu mencakup pembangunan check dam atau bangunan pengendali sedimen, pembangunan tanggul, serta normalisasi sungai.
Pembangunan bangunan pengendali sedimen disiapkan untuk membantu mengendalikan material yang terbawa aliran sungai, sedangkan pembangunan tanggul dan normalisasi sungai ditujukan untuk memperkuat perlindungan permukiman serta kapasitas pengendalian aliran air.
Kementerian PU berharap kombinasi penanganan darurat dan pembangunan infrastruktur permanen dapat mengurangi risiko banjir berulang, terutama ketika curah hujan meningkat.
Kementerian menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar penanganan banjir dapat berjalan sesuai kebutuhan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan bahwa pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten ... [289] url asal
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan bahwa pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan merupakan bagian dari upaya membuka lumbung pangan baru untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Visi Presiden Prabowo adalah kita wajib memiliki cadangan pangan. Kondisi global dengan berbagai ketidakpastian membuat kita harus mengejar keberlanjutan. Karena itu, kawasan seperti Wanam ini harus kita siapkan,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Dirinya menegaskan bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto untuk pengembangan Wanam sangat tepat, karena merupakan salah satu upaya membuka lumbung pangan baru untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu memiliki cadangan pangan dan sumber produksi yang berkelanjutan.
Dalam konteks geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas, seluas kurang lebih 20-30 negara di Eropa. Membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote, menyebabkan kondisi iklim dan tantangan pengelolaan air berbeda-beda antardaerah.
Pada waktu yang sama, sebagian wilayah dapat mengalami kekeringan dan krisis air, sementara wilayah lainnya menghadapi banjir, sedangkan daerah lain berada dalam kondisi normal.
Dalam menopang kebutuhan pangan nasional, Presiden Prabowo Subianto mendorong pemerataan pengembangan sentra swasembada pangan, termasuk di luar Pulau Jawa, salah satunya adalah pengembangan KSPEAN Wanam di Papua Selatan.
Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat infrastruktur di KSPEAN yang terpusat di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut harus mampu memberikan manfaat langsung bagi petani, terutama dengan menekan biaya produksi sehingga hasil yang diperoleh dapat semakin optimal.
Pembangunan infrastruktur strategis, mulai dari jaringan irigasi, pengendalian banjir, hingga jalan, terus menunjukkan progres positif guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pengembangan sumur dalam untuk mendukung Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, ... [434] url asal
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pengembangan sumur dalam untuk mendukung Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penyediaan air menjadi salah satu tanggung jawab utama Kementerian PU dalam mendukung pengembangan kawasan pertanian. Meski kawasan tersebut berbasis pertanian rawa, kepastian ketersediaan air tawar tetap harus dijaga agar kebutuhan irigasi dapat terpenuhi dalam berbagai kondisi.
“Ini sebenarnya pertanian rawa. Basisnya adalah air tawar dari rawa. Tapi kita juga harus memastikan bahwa air itu tawar dan wajib tersedia dalam kondisi apa pun. Karena itu, kita melakukan pengeboran air tanah untuk memastikan pasokan air tawar yang cukup,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ketersediaan air menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan kawasan pertanian di KSPEAN Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Untuk memastikan kebutuhan air irigasi tetap terpenuhi, Kementerian PU menyiapkan pengembangan sumur dalam yang berpotensi menjadi sumber cadangan air tawar bagi jaringan irigasi di kawasan tersebut.
Berdasarkan hasil survei geolistrik terdapat 7 titik yang memiliki potensi air tanah untuk dikembangkan menjadi sumur dalam.
Masing-masing titik diperkirakan memiliki debit air sekitar 1–2 liter per detik. Potensi tersebut menjadi dasar untuk memperkuat ketersediaan air, terutama dalam mendukung kegiatan pertanian yang tengah dikembangkan secara bertahap di Wanam.
Pengembangan sumur dalam merupakan bagian dari upaya memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat dipenuhi secara berkelanjutan. Berdasarkan survei awal, potensi akuifer di lokasi tersebut dinilai cukup baik, dengan kedalaman sekitar 60–70 meter.
Ketersediaan sumber air alternatif sumur bor menjadi penting seiring dengan dimulainya penanaman padi di kawasan Wanam. Hingga 1 Oktober 2026, penanaman padi pada lahan percontohan atau demplot di KM 21 telah mencapai sekitar 40 hektare untuk tahap pertama. Padi tersebut direncanakan dapat dipanen pada awal hingga pertengahan November 2026.
“Yang sudah tertanam hari ini baru 40 hektare. Selanjutnya akan ditanam secara bertahap oleh Kementerian Pertanian. Tugas kita adalah menyiapkan airnya, memastikan kebutuhan air untuk kawasan pertanian ini tersedia,” kata Menteri Dody.
Selain pengembangan sumur bor, Kementerian PU juga terus membangun jaringan saluran untuk mendukung pengembangan kawasan pertanian di KSPEAN Wanam.
Dari target pembangunan jaringan sepanjang 180 kilometer, hingga 1 Oktober 2026 telah terealisasi sepanjang 133 kilometer. Pekerjaan tersebut mencakup jaringan irigasi rawa serta saluran pengendalian banjir yang berperan penting dalam menjaga tata air kawasan.
Melalui pengembangan sumur dalam dan pembangunan jaringan saluran secara terpadu, Kementerian PU berupaya memastikan ketersediaan air menjadi fondasi bagi pengembangan pertanian di KSPEAN Wanam.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas lahan, menjaga keberlanjutan kegiatan tanam, serta memperkuat upaya pengembangan kawasan sentra produksi pangan di Papua Selatan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin, bergerak menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.894 per dolar AS dibandingkan ... [322] url asal
Rupiah hari ini diperkirakan menguat tipis pada kisaran Rp17.870- Rp17.900 dipengaruhi oleh global penurunan harga minyak dan indeks dolar
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin, bergerak menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.894 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.899 per dolar AS
Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi penurunan harga minyak dan indeks dolar AS.
“Rupiah hari ini diperkirakan menguat tipis pada kisaran Rp17.870- Rp17.900 dipengaruhi oleh global penurunan harga minyak dan indeks dolar,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Tercatat, harga minyak mentah berjangka Brent menurun 0,91 persen menjadi 103,95 dolar AS per barel, dan indeks dolar AS sedikit terpangkas menjadi 102,2. Penurunan ini dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan dengan Rusia mengenai energi.
Mengutip Sputnik, Rusia disebut siap memasok 300 ribu ton solar ke pasar global paling cepat pada bulan Oktober, lalu meningkat 500 ribu ton pada November, dan 1 juta ton pada Desember, sehingga potensi volume pengiriman 3 juta ton per bulan.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Trump melakukan pembicaraan melalui telepon. Pemimpin Rusia tersebut menegaskan kesiapan Rusia untuk memasok minyak dan produk minyak bumi ke pasar AS dan pasar global.
Rusia juga akan segera mencabut pembatasan ekspor solar lebih awal dari jadwal. Setelah pembatasan ekspor itu dicabut, pasar Rusia akan terpenuhi sepenuhnya dengan pasokan solar.
Melihat sentimen domestik, lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dinilai tetap dapat menjaga rupiah tetap stabil. Tercatat, lelang SRBI menyerap Rp30 triliun dengan yield yang turun menjadi 6,55 persen untuk 6 bulan, 6,52 persen untuk 9 bulan, dan 6,68 persen untuk 12 bulan.
“Namun, indeks keyakinan konsumen dan penanganan bencana dan karhutla (kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera) masih menjadi perhatian pelaku pasar,” ungkap Rully.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat serapan pupuk bersubsidi jenis urea pada periode Januari hingga ... [335] url asal
pupuk subsidi jenis urea telah terserap atau ditebus petani mencapai sekitar 25.531 ton dari alokasi 31.250 ton
Situbondo (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat serapan pupuk bersubsidi jenis urea pada periode Januari hingga awal Oktober mencapai 81,70 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 31.250 ton.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispertangan Kabupaten Situbondo Quratul Aini di Situbondo, Sabtu, menyebutkan pupuk subsidi jenis urea telah terserap atau ditebus petani mencapai sekitar 25.531 ton dari alokasi 31.250 ton.
Sedangkan pupuk subsidi pemerintah pusat jenis NPK terserap oleh petani sebanyak 83,23 persen atau setara dengan 24.711 ton dari alokasi 29.691 ton.
"Untuk pupuk subsidi jenis ZA, serapannya 55,98 persen atau setara 114 ton dari alokasi pada tahun ini sebanyak 204 ton," kata Quratul Aini.
Dia menyampaikan sejak 1 September 2026 ada perubahan petunjuk teknis penyaluran atau penebusan pupuk subsidi guna meminimalkan potensi celah penyelewengan terutama jika dilakukan penebusan secara berkelompok .
Perubahan kebijakan pupuk bersubsidi pada revisi Keputusan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian itu, kata Quratul Aini, telah disosialisasikan kepada gabungan kelompok tani se-Kabupaten Situbondo.
"Sosialisasi sudah kami laksanakan sebelumnya bahwa penyaluran pupuk subsidi pemerintah seperti pupuk jenis urea, NPK dan organik sudah diubah sesuai Surat Kepdirjen PSP Kementan," kata dia.
Menurut dia, salah satu perubahan petunjuk teknis mengenai penebusan pupuk subsidi oleh petani, jika aturan sebelumnya satu surat kuasa penebusan pupuk bisa dilakukan 30 Nomor Induk Kependudukan (NIK) petani, kini berubah maksimal 20 NIK mulai hari ini.
Selain maksimal 20 NIK, lanjut Quratul Aini, petani juga harus merupakan anggota kelompok tani yang sama dan masih hidup.
Peraturan baru penebusan pupuk subsidi ini, kata Quratul Aini, juga terdapat penambahan narasi pertanggungjawaban dari penerima kuasa untuk menyerahkan pupuk subsidi kepada masing-masing petani yang dikuasakan.
"Peraturan lama, KTP pemberi kuasa dalam bentuk fotokopi, tapi aturan baru KTP pemberi kuasa atau petani yang diwakilkan harus asli (KTP asli)," kata Tutuk, sapaannya.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamuddin ingin ada pengembangan perkebunan kelapa di Pulau Enggano, pulau terluar Indonesia di Provinsi ... [374] url asal
Bengkulu (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamuddin ingin ada pengembangan perkebunan kelapa di Pulau Enggano, pulau terluar Indonesia di Provinsi Bengkulu untuk mendongkrak geliat ekonomi di pulau itu.
"Dari dulu saya sudah betul-betul concern untuk menggerakkan ekonomi di Pulau Enggano. Tapi saya ingin program pengembangan petani kelapa itu betul-betul masif," kata Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin di Bengkulu, Jumat.
Sultan mengatakan pengembangan kelapa menjadi salah satu perhatiannya dalam mendukung potensi ekonomi masyarakat di Bengkulu, termasuk di Pulau Enggano.
Dia menjelaskan kelapa memiliki nilai ekonomi tinggi karena hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Kelapa ini betul-betul tanaman yang nilai ekonomisnya juga sangat tinggi. Umurnya juga panjang, sabutnya jadi duit, airnya jadi duit, batoknya jadi duit, dagingnya jadi duit, pohonnya jadi duit, bahkan daunnya jadi duit," kata dia.
Sultan mengatakan perluasan penanaman kelapa juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong di berbagai wilayah Bengkulu.
Dia berencana mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk mengembangkan tanaman tersebut.
Sultan menyebutkan program penanaman kelapa di Enggano masih membutuhkan kelengkapan data calon petani dan calon lokasi (CPCL) agar dukungan yang disiapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Sultan mengatakan menteri terkait telah menyatakan kesediaan mendukung pengembangan kelapa sesuai kebutuhan Bengkulu. Namun, kelengkapan data tetap diperlukan untuk memastikan program dapat ditindaklanjuti.
Dia berharap pengembangan kelapa secara masif dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi komoditas perkebunan di Bengkulu, termasuk di Pulau Enggano.
Sultan menegaskan dirinya akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan terkait untuk mencari dukungan bagi pembangunan Bengkulu, termasuk pengembangan petani kelapa dan infrastruktur di Pulau Enggano.
Sebelumnya Kementerian Pertanian tahun 2026 mulai mengembangkan kawasan perkebunan kelapa seluas 1.500 hektare di Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi industri kelapa nasional.
Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu masih melakukan pengumpulan dan verifikasi berkas CPCL atau calon petani dan calon lokasi. Dinas TPHP berperan melakukan pendampingan serta monitoring terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Sumber benih berasal dari pohon induk kelapa yang telah memiliki Surat Keputusan Penetapan KSB Pohon Induk Terpilih (PIT) di Pulau Enggano. Adapun jenis benihnya merupakan kelapa dalam unggul lokal yang tersedia dan dikembangkan di Pulau Enggano.
Pupuk Indonesia (Persero) meminta para petani di wilayah Madiun Raya menggunakan pupuk organik bersubsidi Petroganik guna mendukung efisiensi penggunaan pupuk ... [435] url asal
Madiun (ANTARA) - Pupuk Indonesia (Persero) meminta para petani di wilayah Madiun Raya menggunakan pupuk organik bersubsidi Petroganik guna mendukung efisiensi penggunaan pupuk berimbang dan mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan.
Senior Manager Regional 3A Pupuk Indonesia Wawan Arjuna di Madiun, Jumat mengatakan bahwa kandungan C organik pada pupuk Petroganik cukup tinggi, minimal 15 persen. Pengaplikasian Petroganik dapat memperbaiki media tanah, sekaligus mendukung efisiensi penggunaan pupuk.
"Karena itu kita dorong petani tidak hanya memberi makanan untuk tanamannya, tapi juga memperbaiki tanahnya," ujarnya dalam kegiatan "Media Gathering Regional 3" di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat.
Menurutnya sekitar 73 persen lahan pertanian di Indonesia membutuhkan bahan organik dalam rangka memenuhi unsur hara tanah yang berdampak baik pada kesehatan tanaman ke depannya.
Karena itu, optimalisasi penyerapan pupuk organik Petroganik perlu dilakukan, termasuk di wilayah Madiun Raya. Pihaknya mengapresiasi, kesadaran petani di Madiun Raya yang meliputi wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan dalam penggunaan pupuk organik Petroganik yang cukup tinggi.
Alokasinya besar, sekitar sepertiga dari alokasi pupuk Petroganik Jawa Timur. Tentu, dampaknya adalah kesuburan tanah semakin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Di musim tanam ini Oktober-Maret, Kami berharap petani bisa terus mengoptimalkan penebusan pupuk bersubsidi, khususnya Petroganik. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian ke depan, khususya unsur hara tanah," katanya.
Adapun alokasi pupuk Petroganik tahun 2026 sebanyak 146.459 ton. Hingga 7 Oktober 2026, telah tersalurkan sekitar 68 persen, atau 99.771 ton.
Khusus wilayah Madiun Raya, pemerintah mengalokasikan sebanyak 55.183 ton, dan sudah terserap 61 persen atau 33.732 ton.
Sementara Ketua KTNA Kabupaten Madiun Suharno mengatakan terdapat sejumlah manfaat yang diperoleh petani dari pengaplikasian Petroganik di lahannya, di antaranya yang utama adalah kesuburan tanah tetap terjaga sehingga tanah bisa tetap produktif dan menghasilkan panen yang melimpah.
Menurutnya pemanfaatan pupuk organik dalam hal ini Petroganik memberikan banyak kemudahan dan manfaat bagi petani.
"Petroganik ini berbentuk granul sehingga lebih mudah dalam penggunaannya. Berbeda dengan zaman dulu dimana petani memikul kotoran sapi untuk dibawa ke sawah guna memenuhi unsur organik pada lahan pertanian," kata dia.
Suharno menambahkan sesuai data, bahwa kandungan unsur hara atau organik tanah di wilayah Madiun Raya berdasarkan hasil uji laboratorium tinggal tersisa 2 sampai 2,5 persen. Kondisi itu, tambahnya, masih sangat kurang. Sehingga, ketika 10 tahun ke depan tidak ada perbaikan, maka tanahnya tidak akan produktif untuk ditanami.
Dengan pemberian pemberian unsur hara melalui pupuk organik dalam hal ini Petroganik, diharapkan bisa mengembalikan tingkat kesuburan tanah, sehingga saat ditanami tanaman komoditas dapat memberikan hasil panen yang maksimal.
"Alhamdulillah ketika Petroganik diaplikasikan memberikan hasil optimal bagi produktivitas pertanian," kata Suharno.